Waktu Posting : 17-06-2014 21:05 | Dibaca : 2178x
08-09-2024 04:33
Ada berbagai jenis kawat gigi yang bisa dipilih berdasarkan berdasarkan bahan maupun metode pemakaiannya. Dengan mengenal jenisnya, pasien bisa lebih mudah memilih kawat gigi sesuai kebutuhan, baik untuk kebutuhan estetika maupun untuk menjaga kesehatan rongga mulut. Behel atau kawat gigi merupakan salah satu alat untuk mengatasi kelainan susunan gigi  yang menimbulkan keluhan. Kelainan susunan gigi yang dimaksud di antaranya adalah gigi tonggos, gingsul, renggang , dan rahang bawah maju. Selain menimbulkan masalah penampilan, kelainan susunan gigi tersebut juga dapat mengganggu fungsi bicara, mengunyah, serta meningkatkan risiko terjadinya kerusakan gigi. Kelainan susunan gigi bisa diatasi dengan pemakaian kawat gigi. Pemilihan jenis kawat gigi akan disesuaikan dengan kelainan susunan gigi, pertimbangan estetika, serta biaya. Mengenal Jenis-Jenis Kawat Gigi Berikut ini adalah berbagai jenis dari kawat gigi yang umum digunakan untuk mengatasi kelainan susunan gigi : 1. Kawat gigi konvensional Kawat gigi konvensKawat gigi  jenis ini terbuat dari logam stainless steel yang ditempelkan pada bagian depan gigi menggunakan semen khusus. Logam (bracket) yang ada pada masing-masing gigi akan dihubungkan dengan karet elastis (elastic band) dan kawat khusus (wire) untuk memberikan tekanan pada gigi. Ini dilakukan agar gigi dapat bergeser perlahan ke posisi yang diinginkan. Selain terbuat dari logam, bracket gigi konvensional juga ada yang berbahan dasar keramik. Kawat gigi jenis ini memiliki tampilan yang lebih menarik karena warnanya mirip dengan warna gigi, sehingga tidak begitu terlihat jika dibandingkan dengan bracket dari bahan logam. Efektivitas bahan keramik sama baiknya dengan bahan logam dalam merapikan gigi. Namun, kawat gigi bahan keramik tidak direkomendasikan untuk digunakan oleh penderita deep bite, yaitu kelainan susunan gigi yang membuat gigi bagian atas menutupi gigi bawah secara berlebihan saat menggigit. 2. Kawat gigi self ligating Kawat gigi self ligating tidak menggunakan karet elastis, melainkan menggunakan klip kecil khusus pada masing-masing bracket. Jenis kawat gigi ini lebih tahan lama daripada kawat gigi konvensional. Selain itu, pemakainya juga tidak perlu sering kontrol ke dokter gigi. 3. Kawat gigi lingual Lingual braces atau kawat gigi lingual sebenarnya memiliki kesamaan dengan kawat gigi konvensional. Hal yang membedakannya adalah letak bracket kawat gigi lingual yang berada di sisi dalam gigi, sehingga kawat gigi tidak terlihat dari luar. Jenis kawat gigi ini umumnya dipilih oleh pasien yang tidak ingin terlihat jelas menggunakan kawat gigi. Meski demikian, pemasangan jenis kawat gigi ini bisa menimbulkan efek samping kesulitan bicara. Selain itu, kawat gigi jenis ini berisiko mengganggu kebersihan lidah dan menyebabkan nyeri saat mengunyah. Perawatan Kelainan Susunan Gigi Selain dengan Kawat Gigi Selain menggunakan kawat gigi, berikut ini adalah alat lain yang bisa digunakan untuk memperbaiki kelainan susunan gigi: Clear aligner Clear aligner merupakan alat yang saat ini mulai populer digunakan untuk mengatasi kelainan susunan gigi ringan. Tidak seperti kawat gigi yang bersifat semi permanen, clear aligner bisa dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien. Clear aligner perlu dipasang selama 22 jam setiap hari dan bisa dilepas pada saat makan, minum, atau ketika menyikat gigi. Hal ini membuat pengguna clear aligner lebih mudah dalam menjaga kebersihan rongga mulut  dan gigi. Clear aligner merupakan alat transparan yang melapisi seluruh gigi, sehingga tidak begitu terlihat. Hal ini membuat clear aligner lebih unggul secara estetika. Selain itu, clear aligner juga lebih baik untuk kesehatan gusi dan jaringan di sekitar gigi. Clear aligner memang memiliki lebih banyak kelebihan daripada kawat gigi, tetapi alat ini membutuhkan waktu yang lebih lama untuk memperbaiki susunan gigi. Headgear Jenis alat lainnya untuk mengatasi gangguan susunan gigi adalah headgear. Namun, alat ini lebih difungsikan untuk memperbaiki posisi rahang atas dan rahang bawah yang tidak sejajar, terutama pada anak-anak. Alat ini memiliki bagian-bagian yang dipasang di luar rongga mulut, yaitu leher dan kepala. Agar efektif, headgear harus digunakan selama 12–14 jam per hari atau bahkan lebih. Jika Anda berencana memakai kawat gigi, konsultasikan dengan dokter gigi mengenai jenis kawat gigi yang tepat sesuai kebutuhan Anda. Pemasangan kawat gigi sebaiknya dilakukan oleh dokter gigi. Salah satu klinik perawatan gigi yaitu Klinik GiO menawarkan berbagai jenis kawat gigi Jogja yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi pasien. Klinik GiO didukung oleh dokter spesialis kawat gigi Jogja yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus ortodontik. Dengan keahliannya, setiap pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan hasil yang optimal. Selain  dilengkapi dengan teknologi ortodontik modern, harga kawat gigi yang ditawarkan juga terjangkau. Untuk  mendukung proses perawatan lebih efektif dan efisien, tmenggunakan alat-alat canggih agar membantu dalam diagnosa dan perawatan yang lebih akurat. Setiap pasien di Klinik gigi GiO ( klinik kawat gigi Jogja)  mendapatkan pelayanan yang personal dan profesional. Rencana perawatan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan individu pasien, sehingga hasilnya lebih efektif dan memuaskan.
23-03-2016 03:29
Cara Mengembalikan Kualitas Hidup Dengan Terapi Stroke - Untuk Anda yang mempunyai rekan atau keluarga yang menderita stroke, secepatnya dorong mereka untuk melakukan therapy stroke. Latihan yang dikerjakan dalam therapy stroke dapat menolong mereka melakukan kebiasaan tiap hari dengan cara mandiri. Stroke adalah keadaan serius yang berlangsung saat pembuluh darah pecah atau aliran darah ke sisi otak terhambat oleh darah yang membeku. Mereka yang pernah diserang stroke kerapkali alami penurunan kekuatan bicara, mengingat, bergerak, serta lain sebagainya. Kembalikan kekuatan tubuh sesudah diserang stroke adalah proses panjang yang memerlukan kesabaran, usaha keras, serta prinsip. Ada pasien yang cepat sehat tetapi ada juga yang memerlukan saat bertahun-tahun. Baca juga : 2 Penyebab Vagina Bau dan Cara Merawat Kebersihannya Kapan baiknya mengawali therapy stroke? Dua puluh empat sampai 48 jam sesudah stroke berlangsung ialah saat yang di rasa jitu untuk selekasnya mengawali therapy stroke. Dalam periode itu, penyedia service kesehatan bakal menolong pasien therapy stroke bergerak ditempat tidur. Manfaatnya untuk menguatkan anggota badan pasien. Aktivitas ini diinginkan bisa menolong pasien stroke menjaga sendiri serta dapat belajar mandiri kembali. Tetapi, therapy stroke kerapkali diawali sesuai sama ketetapan atau instruksi dokter. Pastinya dengan memperhitungkan stabilitas medis serta kekuatan pasien. Rehabilitasi atau therapy stroke tak bisa mengobati rusaknya yang dikarenakan oleh stroke. Untungnya, otak manusia dapat menyesuaikan dengan cepat serta baik. Seiring waktu berjalan, sisi otak yang tidak sama bisa menggantikan peran sisi otak lain. Beberapa sel otak spesifik juga bisa sehat dari rusaknya sesaat. Therapy stroke Rehabilitasi atau therapy stroke mempunyai tujuan untuk menolong pasien stroke pelajari kembali kekuatan atau ketrampilan yang hilang serta tingkatkan kualitas hidup mereka. Hilang atau menyusutnya kekuatan yang terkena oleh pasien stroke mungkin tidak sama. Therapy stroke yang dikerjakan juga telah tentu tak sama serta mesti sesuai sama saran dari dokter atau terapis. Tersebut ialah contoh “latihan” yang dapat dikerjakan oleh pasien therapy stroke supaya dapat tingkatkan kekuatan memori. Memori Banyak atau sekurang-kurangnya memori yang hilang sesudah stroke bergantung pada umur, tingkat keparahan stroke, letak terjadinya stroke, serta support yang didapatkan dari keluarga serta rekan-rekan. Ingatan yang hilang pada pasien stroke bisa didapat kembali dengan berbagai jalan sebagai berikut : Merangsang otak dengan permainan mengasah otak. Tempelkan tulisan ditempat spesifik, contohya “sikat gigi” di kamar mandi. Melatih ingatan dengan akronim yakni singkatan yang bisa jadi jembatan keledai untuk berbagai kata atau kalimat berima sama. Menempatkan benda-benda ditempat yang telah tentu bakal Anda saksikan. Misalnya, menempatkan baju yang bakal dipakai untuk keesokan hari ditempat tidur. Mengulangi info yang didapat berkali-kali, atau memakai alat Bergerak sekerap mungkin saja. Konsumsi makanan yang berguna untuk otak seperti asam lemak omega-3. Bicara dengan keluarga serta rekan. Berjumpa orang lain dengan penderitaan yang sama. Catat beberapa hal apa sajakah yang perlu dikerjakan. Gerakan Ganti posisi tidur atau duduk untuk melakukan perbaikan postur serta keseimbangan oleh terapis, supaya oto serta sendi tak kaku. Berlatih menggerakkan tangan serta kaki (tanpa ada serta/atau mungkin dengan pertolongan benda-benda), pastinya dengan pertolongan terapis atau dokter. Bila telah tunjukkan penambahan, terapis dapat memohon pasien therapy stroke untuk bergerak-gerak ditempat tidur, geser dari tempat tidur ke kursi, mengulangi posisi duduk serta berdiri. Baca juga : 8 Cara Mengatasi Sakit Kepala Sebelah Kiri Komunikasi Pertama, terapis bakal menolong pasien bisa menelan. Umpamanya dengan memohon pasien menelan 50 ml air. Lalu terapis bakal menilainya kekuatan umum pasien untuk berkomunikasi. Umpamanya, dengan mengetes seberapa baik pasien mengerti kata atau kalimat, seberapa susah pasien mengekspresikan diri, dan sebagainya. Tehnik yang terapis pakai untuk menolong kesusahan komunikasi pasien stroke bergantung pada seberapa besar permasalahan yang dihadapi. Bila pasien susah mengerti makna kalimat, dia mungkin saja bakal disuruh untuk mencocokkan kata dengan gambar, mengurutkan kata sesuai sama arti, serta memastikan kalimat yang mempunyai arti yang sama. Bila kesusahan temukan kata yang hendak disebutkan, pasien disuruh untuk berlatih menamakan benda-benda, berlatih kalimat berima, atau mengulangi kalimat yang terapis ujarkan. Melatih kemampuan otot mulut, berikan arahan mengatakan satu kata atau huruf. Berlatih kekuatan merangkai kalimat. Berlatih kekuatan membaca serta menulis. Durasi therapy stroke amat tergantung pada tingkat keparahan serta komplikasi stroke. Bila hendak menggerakkan therapy stroke, dianjurkan supaya pasien serta keluarga mendiskusikannya terlebih dulu dengan dokter serta terapis yang berwenang.
25-04-2014 03:15
Terlalu Dini Minum Obat Medis Hipertensi Bisa Picu Stroke - Seakan sudah dilumrahkan awam kalau setiap tekanan darah atas atau sistolik di atas 120 dan tekanan bawah distolik di atas 80 serta merta dianggap sudah darah tinggi (hipertensi). Tak soal kapan diukur, bagaimana mengukurnya, dan dalam kondisi apa orang diukur. Kita tahu tekanan darah berfluktuasi dari waktu ke waktu, bahkan dari jam ke jam. Emosi, kondisi bergiat, efek hormonal dan faktor stres ikut mempengaruhi tekanan darah. Vonis bahwa seseorang hipertensi tidak dihasilkan oleh keputusan selewat sambil lalu. Sekali seseorang divonis hipertensi, mungkin harus berurusan dengan terus minum obat. Sikap seperti itu tidaklah bijak. Karena bila keputusan itu ternyata tidak tepat, orang merugi karena harus minum obat untuk sesuatu yang belum perlu. Baca juga : Obat Hipertensi dari Jus Buah-buahan Sejatinya, tekanan darah diukur pada saat baru bangun tidur pagi hari. Belum melakukan apa-apa, misal belum mengomel pada pembantu, belum merasa jengkel, dan belum juga bergiat fisik, di saat itulah tekanan darah langsung diukur. Tekanan darah saat itu mencerminkan kondisi semurninya tekanan darah. Tentu akan menjadi berbeda hasilnya bila diukur sudah melakukan aktivitas. Seseorang baru dipastikan hipertensi bila diukur tiga kali berturut-turut selang waktu beberapa hari dengan alat yang sama memberikan hasil yang sama-sama lebih tinggi dari normal. Hanya dari pemeriksaan tensi satu kali saja, dan hanya karena melihat lebih tinggi dari 120/80 mmHg, lalu langsung memastikan kalau itu hipertensi, bisa jadi belum tentu diagnosis yang betul. Optimalnya tekanan darah itu kurang atau sama dengan 120/80 mmHg. Menurut WHO International Society of Hypertension, tensi 130/85 mmHg masih tergolong normal dan 139/89 mmHg tergolong normal atas (high normal). Seseorang baru dikategorikan hipertensi (ringan) setelah tensinya 140/90 mmHg. Tentu dengan catatan, pengukuran dilakukan dengan kondisi seperti sudah disebut di atas dan alat tensimeternya sudah ditera normal. Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi Jadi kalau kondisi pengukuran tidak menghasilkan nilai tensi yang sesungguhnya dan tensinya belum berkategori hipertensi, tak bijak kalau terlalu cepat langsung diintervensi dengan obat. Mengapa? Bila tensi ternyata bukan yang sesungguhnya langsung diberi obat, bisa jadi tensi darah malah jadi anjlok. Kita tahu, tubuh punya mekanisme otoregulasi tekanan darah. Waspadai bila tak ada riwayat darah tidak pernah tinggi mendadak jadi tinggi. Perlu lebih kritis untuk bertanya ulang kalau dokter masih memberi resep, apa obat memang sudah diperlukan. Bila suatu saat tensi meninggi, ada sistem tubuh yang mengatur untuk menurunkannya. Sebaliknya, kalau tensi menurun, tubuh akan menaikkannya. Biarkan dulu mekanisme itu berjalan tanpa perlu diintervensi dengan obat. Kelewat cepat memberi obat, berarti mengacaukan mekanisme otomatisasi tubuh melakukan keseimbangan tekanan darah (homeostasis). Bisa jadi, malah bisa anjlok akibatnya. Kejadian anjloknya tensi darah akibat kelewat cepat atau mungkin kelewat tinggi pemberian dosis obat darah tinggi, bukan peristiwa yang jarang. Acap oleh ulah pasien sendiri yang memutuskan minum obat begitu merasa tekanan darah yang diukurnya sendiri di rumah meningkat, bisa-bisa fatal akibatnya. Baca juga : Tak Semua Obat Medis Cocok Untuk Hipertensi Tekanan darah yang mendadak anjlok buruk akibatnya pada otak dan jantung, selain ginjal. Pasokan darah ke organ-organ tubuh penting itu mendadak berkurang. Kita tahu otak paling rentan terhadap kekurangan pasokan oksigen yang dibawa oleh darah. Kasus stroke berisiko terjadi kalau tensi darah mendadak anjlok. Stroke bisa terjadi lantaran tensi darah kelewat tinggi, bisa juga bila kelewat rendah.