Waktu Posting : 30-03-2015 01:57 | Dibaca : 2362x
Obat-obat kolesterol yang biasanya diresepkan oleh dokter dari dunia medis umumnya memiliki berbagai kandungan bahan sintetik yang fungsinya disamakan dengan kandungan senyawa yang ada dalam bahan alami. Obat-obat kolesterol yang diresepkan melalui dunia medis umumnya juga diklaim efektif untuk mengobati penyakit kolesterol atau menjaga jantung dari resiko gagal jantung atau stroke. Berikut adalah jenis senyawa yang umumnya terdapat pada obat-obat kolesterol dari dunia medis.
Baca juga : Mengatasi Bahaya Asam Urat Tinggi dengan Kulit Manggis
Simvastatin
Senyawa simvastatin yang terdapat dalam obat-obat kolesterol baik dalam kadar 5ml atau 10 mg bekerja untuk menurunkan kolesterol yang ada dalam tubuh dengan cara menghambat pembentukan asetil co A untuk metabolisme kolesterol. Senyawa simvastatin umumnya hanya dapat dikonsumsi dan membantu metabolisme dengan kadar yang tidak lebih dari 10 mg, jika lebih dari itu simvastatin yang ada dalam tubuh bukan tidak mungkin akan menimbulkan gejala sekunder penyakit lain seperti hipotiroid atau hiperglikemik. Simvastatin yang anda konsumsi secara teratur akan membuat kinerja hati dan ginjal sebagai organ detoksifikasi dipercepat untuk memcah kolesterol sehingga tubuh anda tidak akan ada pada kondisi kolesterol tinggi.
Baca juga : Teh Hijau, Obat Pelangsing Sehat dan Alami
Atorvastatin
Atorvastatin adalah bentuk senyawa lain yang berfungsi hampir sama dengan simvastatin sebagai obat-obat kolesterol secara medis. Atorvastatin yang terkandung dalam obat medis seperti lipitor bekerja dengan cara menurunkan LDL yang ada dalam tubuh. Senyawa ini diklaim mampu menurunkan LDL 40-60% sehingga metabolisme protein dan gula yang ada dalam tubuh berlangsung 2 kali lebih cepat. Atorvastatin juga meningkatkan kinerja jantung dalam memompa darah, sehingga darah yang membawa nutrisi dan oksigen akan mampu diedarkan ke seluruh tubuh. Penggunaan atorvastatin pada minggu pertama kemungkinan akan membuat tubuh anda mengalami ganguan pencernaan seperti konstipasi atau maagAnda yang diberi resep atorvastatin juga hanya dapat mengkonsumsi setidaknya 10mg saja, karena obat tersebut dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan maupun tiroid. Jika anda tidak ingin menggunakan obat medis, anda dapat memesan obat herbal alami seperti dragon noni atau ultra noni di www.nonijuice.co.id dan mendapatkan obat-obat kolesterol.
04-05-2014 09:52
Jangan Anggap Remeh Flu - Serangan flu seringkali dianggap sepele, apalagi yang tergolong ringan. Padahal ada beberapa jenis flu yang tak bisa dipandang remeh. Bukti menunjukkan jenis flu tertentu mampu merenggut nyawa seseorang, misalnya serangan influenza di Hongkong yang ditularkan melalui hewan beberapa waktu lalu. Makanya jangan anggap remeh dan sepelekan flu, betapapun ringannya penyakit tersebut karena flu bisa berkembang menjadi komplikasi pernapasan, seperti pneumonia. Flu atau influenza disebabkan oleh virus influenza. Ia menyerang sistem pernapasan mulai hidung, tenggorokan hingga paru-paru. Flu berbeda dengan pilek. Influenza seringkali datang tiba-tiba dan memperlihatkan gejala seperti demam, sakit kepala, rasa capek, batuk kering, sakit tenggorokan, hidung tersumbat, pegal-pegal. Sebenarnya flu bisa menyerang setiap orang, namun parah atau tidaknya tergantung pada fit atau tidaknya seseorang. Kebanyakan orang yang influenza akan membaik dalam satu atau dua minggu, tetapi bisa jadi flu itu justru berkembang menjadi penyakit komplikasi pernapasan, misalnya pneumonia. Baca juga : Membangun Pola Hidup Sehat Dengan Mengkonsumsi Sayur Dari jutaan orang di Amerika Serikat, setiap tahunnya sekitar 10% hingga 20% mengalami influenza. Sekira 36.000 orang per tahun di AS meninggal gara-gara influenza dan 114.000 per tahun harus dirawat di rumah sakit. Setiap orang di setiap lapisan umur, meskipun ia sedang sehat, bisa terkena flu dan berkembang menjadi penyakit serius. Seseorang yang berusia 65 tahun ke atas, seseorang yang memiliki penyakit kronik, serta anak kecil lebih rentan terkena komplikasi akibat flu. Pneumonia, bronkhitis, serta infeksi sinus dan tenggorokan merupakan tiga contoh yang sering terjadi. Flu juga dapat membuat masalah kesehatan menjadi lebih buruk. Misalnya seseorang penderita asma bisa mendapat serangan asma saat ia terkena flu. Flu bisa menyebar lewat batuk seorang penderita. Bahkan saat penderita bersin atau saat ia berbicara, virus bisa langsung menyebar. Virus masuk melalui hidung, tenggorokan kemudian ke paru-paru dan berkembang menjadi flu. Influenza pun mungkin menyebar saat orang menyentuh suatu benda yang terpapar virus flu, misalnya pegangan pintu. Saat orang yang sehat menyentuh hidung setelah memegang pegangan pintu yang tercemar virus (tanpa mencuci tangan sebelumnya), maka bisa jadi sang virus masuk ke hidungnya dan menyebar melalui sistem pernapasannya. Baca juga : Penyakit yang di Anggap Ringan, Tapi Mematikan! Seseorang dapat terkena flu sehari sebelum ia merasakan sakit. Orang dewasa dapat merasakannya dalam waktu tiga hingga tujuh hari setelah gejala muncul. Sedangkan anak-anak dapat terkena virus lebih lama dari tujuh hari. Gejalanya dimulai satu hingga empat hari setelah virus masuk ke badan. Beberapa orang yang terinfeksi bisa saja tidak merasakan gejala tersebut. Namun dalam waktu itu, dapat menyebarkan virus pada orang lain. Apa yang mesti dilakukan jika kita sedang flu? Pertama, banyak-banyaklah istirahat, kalau bisa jangan masuk kerja atau sekolah dalam beberapa hari hingga flu hilang. Selain itu Anda dianjurkan untuk minum banyak cairan, tapi hati-hati jangan minum minuman beralkohol dan merokok. Selanjutnya, jangan lupa untuk mengkonsumsi obat flu. Hal yang paling baik dilakukan untuk menghindari atau mencegah flu adalah menjalani vaksinasi influenza yang sekarang ini sudah banyak ditawarkan, namun harganya masih relatif mahal. Anda pun perlu ingat, jangan memberikan aspirin pada anak-anak atau remaja yang sedang menunjukkan gejala mirip flu dan demam yang tidak biasa. Sebaiknya hubungi dokter sebelum memberikan obat-obatan untuk mereka. Biarkan anak-anak atau remaja yang terkena flu untuk banyak beristirahat, banyak minum serta berikan obat yang tidak mengandung aspirin. Mengkonsumsi jus herbal yang terbuat dari ekstrak buah-buahan berkhasiat seperti buah naga, kulit manggis, mengkudu , daun sirsak dll merupakan langkah bijak untuk mengatasi serangan flu.
24-05-2014 08:33
Bersin, kulit memerah, kulit gatal, bengkak-bengkak, dan asma. Gejala-gejala itu adalah salah satu yang timbul akibat alergi. Sebenarnya, alergi bisa sembuh atau tidak, ya? Pertanyaan itu sering terlintas di benak mereka yang memiliki alergi pada satu atau bahkan beberapa hal. Respon tubuh akibat alergi biasanya akan membuat kegiatan sehari-hari tidak lagi nyaman dijalani. Efeknya juga membuat kerepotan orangtua yang memiliki anak beralergi. Menurut dokter spesialis kulit, R. Amir Hamzah, bila seseorang memiliki bakat alergi (atopi), bakat tersebut akan selalu ada di dalam tubuhnya. Saat pencetusnya berada dekat dengannya, maka alergi pun muncul. Alergi tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dicegah dan dihindari faktor pemicu alerginya. Saat reaksi alergi muncul, bentuknya bervariasi dari yang ringan seperti kaligata atau biduran sampai reaksi shock anafilaktik. Penyakit alergi di berbagai negara di dunia meningkat pesat selama dua dekade terakhir. Alergi adalah gejala klinis yang disebabkan oleh reaksi berlebihan atau hipersensitif dari sistem kekebalan tubuh seseorang terhadap masuknya bahan-bahan yang bersifat imunogenik atau antigenik. Baca juga : Obat Herbal Tradisional Penyakit Diare Bahan-bahan yang dapat menyebabkan alergi disebut sebagai alergen yang dapat berasal dari dalam tubuh sendiri ataupun lingkungan. Penyakit atopik yang sering terjadi antara lain dermatitis atopik (DA), alergi obat, alergi makanan, alergi terhadap alergen hirup, urtikaria (kaligata/biduran), dan angiodema (bengkak di tubuh, terutama mata atau bibir). Keringat memang dapat merangsang gatal pada orang-orang yang memiliki DA. Namun, mekanisme yang mendasarinya belum diketahui. Pada sebuah penelitian dikemukakan bahwa penderita DA sensitif terhadap zat yang terdapat pada keringat itu sendiri yaitu antigen autolog pada keringat. Tubuh akan melepaskan zat histamin sebagai respons terhadap antigen tersebut melalui mekanisme hipersensitivitas. Bila Anda memiliki alergi, terapi yang paling tepat dan utama adalah menghindari faktor pencetus yang menyebabkan alergi. Obat-obat pun dapat diberikan untuk membantu mengurangi gejala alergi. Pada anak-anak, seiring bertambahnya usia, terkadang alergi akan berkurang terutama pada makanan. Baca juga : Cegah Myasthemia Grafis dengan Obat Herbal Untuk mengatasi alergi, sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mengetahui jenis alergi, melakukan tes alergi, dan mendapatkan terapi. Namun, hal utama yang perlu dilakukan apabila kita tahu menderita alergi adalah menghindari faktor-faktor yang dapat mencetuskan reaksi alergi. Bila didiamkan, alergi itu dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan klinis pada berbagai organ tubuh seperti kulit, mata, dan saluran pernapasan. Dampak lanjutannya pun bisa muncul seperti lecet, jaringan parut, atau infeksi akibat garukan karena rasa gatal. Alergi dapat pula mengganggu sistem susunan saraf pusat yang dapat mengganggu perkembangan dan perilaku seseorang. Selain itu, dampak alergi dapat menurunkan kualitas hidup, mengganggu pekerjaan, menimbulkan rasa malu, serta sulit konsentrasi. Pada anak-anak, dampak alergi itu dapat mengganggu proses belajar. Namun, yang benar-benar butuh dikerjakan ialah mengidentifikasi aspek pemicunya. Sesudah itu, menaikkan ketahanan badan, seperti olahraga dengan teratur, beristirahat dengan cukup, serta pastinya konsumsi makanan atau minuman kesehatan, satu diantaranya ialah Ultra Mangosteen. Ultra Mangosteen ini terbuat berbahan alami ekstrak kulit buah manggis serta daun sirsak. Dalam kulit buah manggis ada xanthone. Dengan cara khusus, manfaat utama xhantone itu ialah semacam antioksidan, yaitu semacam pelindung sel pada sistem oksidasi atau penuaan sel. Bahan aktifnya membuat perlindungan sel serta kurangi rusaknya sel disebabkan radikal bebas. Kecuali itu, ia juga bermanfaat semacam antibakteri, antikanker, serta antiradang. Beragam riset diluar negeri menuturkan, kulit buah manggis yang telah masak memiliki kandungan polyhydroxy-xanthone yang disebut derivat mangostin serta beta-mangostin. Senyawa-senyawa ini ialah turunan xanthone yang dalam badan bertindak semacam antikanker, antipenuaan awal serta antialergi.
11-05-2014 13:27
Bertengkar dan khawatir atas masalah keluarga dapat menyebabkan peningkatan resiko kematian di usia paruh baya. Konflik dengan keluarga, teman dan tetangga menimbulkan resiko terbesar. Mereka yang paling beresiko adalah laki-laki dan orang-orang keluar dari pekerjaan, para peneliti mencatat. “Stress dalam hubungan sosial yang ada hubungannya dengan kehidupan pribadi memiliki 2 sampai 3x peningkatan resiko kematian, " kata pemimpin peneliti Dr Rikke Lund, seorang profesor di departemen kesehatan masyarakat di University of Copenhagen. "Kekhawatiran dan tuntutan dari pasangan dan anak-anak dan konflik pada umumnya , tampaknya faktor risiko yang paling penting, " katanya. Temuan masih dipegang ketika kekhawatiran atau keluhan tentang penyakit kronis, gejala depresi, umur, jenis kelamin, status perkawinan, dukungan dari hubungan sosial, dan posisi sosial dan ekonomi, kata Lund. Baca juga : Umur 40 Apakah Tidak Terlalu Tua Untuk Olahraga Rutin? "Kami juga menemukan bahwa laki-laki dan peserta luar usia kerja sangat rentan terhadap paparan stres dari hubungan sosial, " katanya . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan sosial sebenarnya lebih mirip sebuah pedang bermata dua, karena mereka juga dapat merusak ketika tidak berjalan dengan lancar. Untuk penelitian ini , Lund dan rekan mengumpulkan data pada hampir 10.000 pria dan wanita , berusia 36-52. Peserta ditanya tentang hubungan sosial mereka sehari-hari, terutama tentang siapa, hubungan di antara pasangan, anak-anak, kerabat lain, teman dan tetangga, membuat tuntutan berlebihan, mendorong kekhawatiran atau yang menjadi sumber konflik, dan seberapa sering masalah ini muncul. Mereka juga meneliti apakah memiliki pekerjaan membuat perbedaan . Menggunakan data dari Denmark Penyebab Kematian Registry, peneliti melacak peserta dari tahun 2000 sampai akhir 2011. Selama waktu itu, 196 perempuan ( 4 persen ) dan 226 orang ( 6 persen ) meninggal. Hampir separuh kematian berasal dari kanker, penyakit jantung dan stroke, penyakit hati , kecelakaan dan bunuh diri menyumbang sisanya. Sekitar 1 dari 10 mengatakan bahwa anak-anak mereka adalah sumber keluhan dan kekhawatiran. 9 persen mengatakan bahwa pasangan mereka sering menjadi sumber keluhan atau kekhawatiran . Enam persen tentang masalah antara saudara mereka dan 2 persen memiliki masalah dengan teman-teman. Baca juga : Tips Untuk Mendapatkan Keefektifan Dari Obat Herbal Beberapa 6 persen dari peserta mengatakan mereka sering memiliki konflik dengan pasangan atau anak-anak mereka , 2 persen mengalami konflik tersebut dengan kerabat lainnya, dan 1 persen dengan teman atau tetangga. Kesimpulan dari semua ini, tim Lund menghitung bahwa tekanan tersebut dikaitkan dengan risiko 50 persen menjadi 100 persen peningkatan kematian dari setiap penyebab . Di antara semua tekanan ini, berkeluh kesah adalah yang paling berbahaya. Sering bertengkar dengan pasangan, saudara, teman atau tetangga bisa meningkatkan dua kali lipat sampai tiga kali lipat dalam resiko kematian dari setiap penyebab, dibandingkan dengan mereka yang mengatakan kejadian ini jarang. Namun, para peneliti menduga bahwa stres yang lebih besar dari konflik dan masalah yang mungkin menjadi alasan di balik peningkatan resiko . Mereka mencatat bahwa ketika stress meningkat, misalnya, konflik di rumah ditambah dengan pengangguran - risiko kematian mendadak juga meningkat. Hormon stress yang meninggi dan peningkatan tekanan darah mungkin alasan terjadinya kematian mendadak. Interaksi antara stress dan respon stress tubuh serta faktor-faktor lain seperti keturunan, lingkungan, faktor sosial ekonomi dan respon psikologis - mungkin semuanya memainkan peran dalam hubungan antara konflik dan resiko kematian yang lebih tinggi . Keterampilan dalam menangani kekhawatiran dan tuntutan dari hubungan sosial serta manajemen konflik dalam pasangan dan keluarga , dan juga dalam masyarakat lokal, dapat dianggap strategi penting untuk mengurangi kematian dini.