Waktu Posting : 02-06-2014 03:29 | Dibaca : 2657x
Gaya hidup mengonsumsi makanan sehat kian digandrungi. Tren mengunggah gambar dan cerita di media sosial juga dipercaya memiliki andil besar dalam menyebarluaskan gerakan ini. Mengunggah foto makanan sehat yang dihias atau dibnetuk khusus agar eye catchy menjelma sebagai keasyikan tersendiri.
Salah satu metode yang semakin diakrabi, yaitu mengonsumsi makanan mentah (raw food). Diet raw food adalah penatalaksanaan cara makan dengan cara cuma mengkonsumsi makanan mentah. Biasanya makanan ini dimasak dengan menggunakan panas yang rendah. Diet ini sangat baik bagi kesehatan tubuh manusia karena dipercayai para pelaku diet bisa mencegah penuaan dini, menangkal penyakit degeneratif seperti kanker, menurunkan berat badan, dan lain-lain.
Beberapa selebritis Hollywood berhasil melakukannya. Sebut saja Cher, Uma Thurman, Lisa Bonet, Natalie Portman, Sting, Jason Mraz, sampai Alicia Silverstone. Selebriti tanah air pun tak kalah gencar. Ada Sophie Navita yang kini bergelut dengan kampanye #indonesiamakansayur, juga penyanyi Andien dan Titi DJ yang terlihat gemar mengunggah foto gaya hidup sehatnya di Instagram. Beberapa tag familiar seperti #rawfood, #eatclean, dan #youarewhatyoueat juga tampak berseliweran di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Path.
Baca juga : Apakah Minum Susu Bikin Tubuh Gemuk?
Beberapa dekade lalu, Artturi
Virtanen, seorang ahli biokimia asal Finlandia, menciptakan teori diet raw
food. Teori itu juga menyebutkan, dalam pemanasan makanan secara berlebihan
akan terbentuk beragam senyawa asing pada makanan yang tak dapat dicerna dengan
baik. Selain merangsang terbentuknya zat kimia yang berpotensi menimbulkan
kanker, pengolahan makanan modern juga bisa melenyapkan agen-agen antikanker.
Pengikut raw food diet (raw foodist) memiliki anggapan bahwa memasak makanan akan menghancurkan nilai atau daya kehidupan yang dimiliki makanan itu. Untuk itu, pengikut diet ini tidak akan makan buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian yang dipanaskan lebih dari 46 derajat Celcius.
Untuk memulainya secara konsisten, tentu tak sembarangan. Seseorang harus membekali diri dari pengetahuan tentang cara mengolah dengan benar berbagai bahan mentah yang akan dikonsums. Sebab jika tidak, malah akan berakibat buruk bagi kesehatan.
Pakar Gizi Klinik dari Universitas Padjadjaran Bandung, Gaga Irawan Nugraha, menyebutkan ada plus minus yang didapatkan saat seseorang menerapkan gaya hidup diet raw food. Beberapa syaratnya adalah makanan mentah itu bebas dari bahan kimia dan bersih. Selain itu, seseorang yang menerapkan metode ini harus tahu benar kebutuhannya terhadap komposisi gizi.
Baca juga : Mandi Garam Bisa Hilangkan Letih dan Kurangi Lemak
Keputusan untuk memasak sayur-sayuran atau membiarkannya tetap mentah saat dikonsumsi, bersipat personal. Itu sangat bergantung pada kandungan apa yang ingin tetap dijaga. Namun, secara umum, mengolah sayur sebenarnya tak akan merusak kandungan mineral dan seng. Saat mengonsumsi sayur, seseorang biasanya mencari mineral dan serat. Vitamin yang terkandung dalam sayuran bisa diganti dari buah-buahan dan jenis makanan lain. Jadi sah-sah saja jika sayur diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi jika yang diinginkan adalah mineral dan serat.
Sementara itu, saat mengkonsumsi kacang-kacangan, kandungan yang bisa didapatkan adalah vitamin, mineral, lemak, dan protein. Namun, seluruh zat gizi dalam kacang-kacangan diliputi oleh dinding sel sehingga takmudah dicerna tubuh. Agar dinding sel mudah pecah, cara termudah yaitu memasaknya. Namun, ada cara lain untuk mengonsumsi kacang-kacangan ini secara mentah, yaitu direndam selama beberapa waktu sebelum dikonsumsi.
Secara umum, definisi pola makan yang sehat adalah mengonsumsi makanan yang mengandung zat gizi cukup yang diperlukan tubuh. Konsumsi makanan mentah hanya satu dari beberapa metode yang bisa dilakukan seseorang untuk melakukan diet, menjaga kesehatan, sekaligus bentuk kepedulian linkungan. Intinya bukan mentah atau tidaknya makanan, tapi komposisi makanan utama dan camilan yang dikonsumsi seseorang, serta kebersihan makanan itu sendiri.
10-07-2018 15:34
Macam-macam metode pengobatan paling aman dan bebas komplikasi salah satunya adalah pengobatan herbal, berbahan dasar tanaman herbal dan bagiannya obat herbal dapat diramu secara mudah dan praktis. Kumpulan obat herbal yang aman dan terdaftar di BPOM telah banyak ditemukan selain aman, khasiatnya pun sangat tinggi. Untuk pengobatan hingga pencegahan beberapa kelompok rempah penghasil obat herbal sudah terdaftar di BPOM melalui beberapa produk obat herbal alami. Salah satunya yang paling terkenal adalah ekstrak kulit manggis dan jinten hitam. Penyakit yang banyak kita temui dan disarankan dengan bantuan obat herbal salah satunya kelompok penyakit akibat metabolisme seperti diabetes, hipertensi, dan jantung koroner. Penyakit lainnya yang sangat memprihatinkan adalah kanker. Tanaman herbal seperti daun songgolangit, daun landep, daun sirsak, daun tempuyung berguna untuk mencegah dan mengobati penyakit mematikan tersebut karena kaya manfaat yang sebagian besar mengandung anyi inflamasi. Kumpulan Obat Herbal dari Daun-daunan Obat herbal yang dibuat dari daun-daunan salah satunya daun salam, daun alpukat, daun binahong, daun sirsak yang berfungsi untuk menurunkan kolesterol dalam darah agar tidak komplikasi menjadi diabetes dan jantung koroner. Pengolahan daun-daun tersebut umumnya dibuat seperti menyeduh teh hanya saja beberapa daun tidak dikeringkan terlebih dahulu. Sebagai solusi sehat dan hemat, tanaman herbal kelompok daun-daunan menjadi obat paling ampuh dan masuk daftar kumpulan obat herbal alami yang menyehatkan dan terjamin. Kumpulan Obat Herbal dari Buah-buahan Buah mahkota dewa, untuk kasus batu ginjal obat yang satu ini merupakan salah satu buah yang berkhasiat meluruhkan batu ginjal. Buah apel, buah tersebut dapat membantu menstimulasi kerja jantung dan efektif untuk penderita penyakit jantung. Ekstrak apel, selai atau buah apel sangat baik dikonsumsi secara rutin. Buah manggis, kulit dari buah manggis masuk ke dalam daftar kumpulan obat herbal telah diuji secara klinis dapat mencegah dan mengobati kanker. Selain itu untuk penderita diabetes, jantung hingga darah tinggi dianjurkan untuk mengonsumsi ramuan herbal dari kulit manggis secara rutin.
24-04-2014 02:38
Pertumbuhan teknologi saat ini yang sangat pesat dan berubahnya pola hidup masyarakat ke arah kehidupan yang segalanya menjadi praktis, banyak menimbulkan kasus-kasus baru dalam ilmu kesehatan. Dimana pola hidup praktis saat ini sudah semakin meluas ke hamper sisi kehidupan masyarakat, dan yang paling dominan adalah pola hidup praktis yang berhubungan dengan gaya hidup yaitu seperti Konsumsi Makanan. Banyak kita dapatkan saat ini berbagai macam olahan makanan yang beredar luas di masyarakat yang dikemas secara praktis sehingga mudah dan cepat untuk disajikan, bukan hanya itu kini bumbu bumbu penunjang untuk membuat makanan olahan pun banyak tersedia dalam bentuk yang mudah disajikan sebaga ibahan pendukung dalam membuat makanan. Olahan-olahan makanan cepat saji yang sudah ada saat ini, bagi sebagian pihak yang kurang memperhatikan kesehatan justru sangat membantu mereka, yaitu Gaya Hidup. Gaya hidup yang diartikan oleh sebagian orang modern inilah yang menyebabkan banyak dari sebagian masyarakat lebih tertarik mengkonsumsi makanan ataupun olahan makanan yang cepat saji, karena yang menjadi dasar mereka mengkonsumsi makanan cepat saji adalah karena mereka nilai lebih cepat dan praktis dalam menghidangkan serta mengkonsumsinya. Seperti yang kita ketahui bersama olahan makanan siap saji adalah semua jenis makanan / olahan yang disimpan atau disediakan dalam bentuk makanan atau olahan yang dikemas sedemikian rupa dan praktis, sangat mudah disajikan dan dihidangkan, serta dalam proses penyajianya menggunakan cara ataupun proses yang lebih sederhana tidak membutuhkan alat bantu tertentu dalam membuatnya serta tidak memakan waktu yang lama. Baca juga : Berbagai Hal yang Perlu Anda Ketahui Mengenai Obat Herbal Tentunya dengan semakin beredarnya olahan makanan cepat saji berserta beragam bentuk kemudahan dalam menyajikannya, banyak ditemukan pula dampak-dampak negatif yang semakin bermunculan terkait dengan bahaya yang ditemukan karena mengkonsumsi makanan cepat saji. Banyak ilmuwan dibidang penelitian kesehatan yang telah membuktikan bahwa berbahayanya banyak mengkonsumsi makanan dan olahan pangan cepat saji. Karena berdasarkan riset yang mereka lakukan, telah banyak menghasilkan fakta dan bukti yang otentik bahwa olahan ataupun makanan cepat saji sangat berperan sebagai pemicu munculnya berbagai macam penyakit di tubuh orang yang mengkonsumsinya. Bukanhal yang aneh, segala sesuatu yang praktis tentunya akan mempunyai resiko tinggi dibandingkan dengan yang alami. Jika kita kembali kemasa lalu, dimana pada saat ingin membuat makanan hanya bisa di dapat tentu dengan bersusah payah baik di mulai dari mengumpulkan terlebih dahulu bahan baku, membutuhkan waktu yang lama dalam proses pengolahanya namun di sisi lain tidak ada efek negatifnya dan sangat minim sekali menyebabkan timbulnya penyakit. Seiring dengan semakin berkembangnya hal ini, telah banyak dilakukan penelitian terkait dengan dampak dari mengkonsumsi makanan cepat saji. Berdasarkan banyaknya informasiakan hal tersebut, berikut beberapa kasus yang disebabkan efek dari mengkonsumsi makanan cepat saji yang sudah banyak diteliti oleh para ilmuwan di dunia diantaranya sebagai berikut: “ Di tahun 2011 ada sebuah riset yang telah dipublikasikan dan dicetak dalam Nutrition Research and Practice (NRP), yang berisi tentang hubungan antara olahan pangan dengan penyakit. Dalam hasi lriset tersebut di simpulkan, ternyata adanya zat aditif dalam olahan makanan cepat saji yang dapat memacu terjadinya alergi terhadap beberapa anak dengan kondisi tertentu, selain itu juga selain adanya kandungan zat aditif, kandungan lemak yang dalam olahan makanan cepat saji juga menjadi factor utama yang menyebabkan seseorang mengidap penyakit asma ” Baca juga : Khasiat dan Manfaat Sirsak “ Di Amerika Serikat berdasarkan data yang ada saat ini, juga telah dinyatakan dan diakui bersama oleh para penduduknya bahwa banyaknya kasus-kasus obesitas (kelebihan berat badan) yang melanda Negeri Paman Sam tersebut adalah mayoritas di sebabkan oleh konsumsi masyarakat Amerika yang cukup besar terhadap olahan makanan cepat saji. Dan selain itu juga berdasarkan data hasil riset terbaru yang dilakukan di Amerika Serikat akhir-akhir ini seperti yang telah di kutip dalam salah satu jurnal kesehatan di Amerika Serikat yaitu Thorak, disimpulkan bahwa salah satu pemicu sering terjadinya kasus penyakit eksim dan asma di masyarakat Amerika Serikat adalah tidak lain disebabkan oleh tingginya tingkat konsumsi penduduk Amerika Serikat terhadap makanan olahan cepat saji, data dan kesimpulan ini didapatkan berdasarkan riset yang dilakukan dengan cara memberikan kuesioner kepada koresponden yang dipilih secara random (acak) terhadap 15 jenis olahan makanan yang sering dan gemar di konsumsi oleh masyarakat Amerika Serikat, dimana dari data yang didapat bahwa makin banyak dan berkembangnya kasus-kasus penyakit asam dan eksim yang dipilih dari 2 golongan usia masyarakat Amerika Serikat yaitu kelompok usia dewasa dan anak-anak remaja ialah di sebabkan karena banyak mengkonsumsi cepat saji. Dalam riset yang dilakukan dalam studi tersebut didapatkan kesimpulan dan juga fakta bahwa konsumsi olahan makanan cepat saji yang dikonsumsi dalam waktu satu minggu, di dapatkan hasil bahwa dalam waktu satu minggu tersebut olahan makanan cepat saji mampu menjadi penyebab gejala asma hingga 39% dari warga Amerika Serikat, dan berdasarkan data yang didapat juga bahwa 27% dari jumlah warga di Amerika Serikat dengan categori level anak-anak remaja jumlah korban yang terkena penyakit asma cukup meningkat di level anak-anak “ “ Dalam sebuah media berita yang dirilis pada rubric bidang kesehatan berdasarkan data ilmiah yang hasilkan oleh seorang peneliti dari University of Minnesota School of Public Health, Minneapolis dr Andrew Odegaard, beliau menyatakan bahwa semua orang yang mengkonsumsi olahan dan makanan siap saji yang kebarat-baratan berpotensi terserang penyakit diabetes golongan kedua. Hal ini disebabkan ialah karena tidak adanya aturan-aturan yang berlaku terhadap penggunaan trans-fatty acid yaitu zat aktif yang tidak pernah diatur dalam undang-undang di negara-negara Asia. Disana disebutkan bahwa komposisi lemak yang ada dalam makanan cepat saji sangat berpotensi terhadap timbulnya penyakit diabetes bagi kalangan remaja “ Itulah beberapa contoh kasus dan juga fakta yang di dapat terkait dengan dampak dari mengkonsumsi makanan cepat saji, meskipun demikian dengan banyaknya data-data hasil riset yang ditemukan terhadap dampak negative dari mengkonsumsi makanan cepat saji di lain sisi masih banyak juga kita temukan sebagian masyarakat di negeri kita ini yang meremehkan tuntunan pola hidup sehat, menurut mereka hal itu harus di lakukan agar bisa di katakana mempunyai pola hidup modern. Tentu, pola pandang yang sempit jika kita harus mengakuinya. Karena di jaman yang serba teknologi dan berkembang ini menjaga pola hidup sehat perlu di lakukan untuk mengimbangi kegiatan dan aktifitas sehari-hari, di mana dengan semakin berkembangnya pola hidup yang semakin modern dan juga teknologi yang semakin canggih tentunya akan juga memberikan dampak negative terhadap keberlangsungan hidup. Di mana akan banyak penyakit yang mungkin muncul karena tidak menjaga dengan baik pola hidup sehat sebagai dampak dari perkembangan jaman dan teknologi saat ini. Jadi jika kita ingin hidup sehat marilah kita jaga pola hidup, semaksimal mungkin hindari olahan makanan yang tersedia praktis (cepat saji) agar bisa hidup sehat.
28-06-2014 23:07
Kira-kira 10% dari orang yang mempunyai hipertensi (tekanan darah tinggi) dikarenakan oleh penyakit lain. Bila tekanan darah tinggi dikarenakan oleh penyakit lain, maka hal semacam ini dikatakan hipertensi sekunder. Dalam masalah hipertensi sekunder, saat pemicunya diobati, umumnya desakan darah bakal kembali normal atau alami penurunan dengan cara penting. Berbagai penyakit lain yang bisa mengakibatkan hipertensi sekunder ialah : Penyakit ginjal kritis. Sleep apnea. Tumor atau penyakit kelenjar adrenal lain. Coarctation of aorta yakni penyempitan aorta yang dipunyai dari lahir, yang bisa mengakibatkan desakan darah tinggi di lengan. Kehamilan. Pemakaian pil KB. Kecanduan alkohol. Disfungsi tiroid. Sedang pemicu 90% masalah hipertensi yang lain belum di ketahui, serta hal semacam ini dikatakan hipertensi primer. Walau pemicu khusus desakan darah tinggi belum di ketahui, tetapi ada berbagai aspek spesifik yang di ketahui menyajikan peran pada desakan darah tinggi. Baca juga : Kiat Berpuasa untuk Penderita Hipertensi Berbagai Aspek Yang Tak Dapat Dirubah Umur : Bersamaan pertambahan umur, maka makin kemungkinan besar Anda meningkatkan desakan darah tinggi, terlebih sistolik disebabkan arteri jadi keras. Hal itu beberapa besar dikarenakan oleh aterosklerosis, atau “pengerasan arteri”. Ras : Semakin banyak orang Afrika-Amerika mempunyai desakan darah tinggi dibanding orang kulit putih. Orang Afrika-Amerika meningkatkan desakan darah tinggi pada umur lebih muda serta lebih cepat meningkatkan komplikasi desakan darah tinggi yang lebih kronis. Kisah keluarga (Turunan) : Desakan darah tinggi condong alami penurunan di keluarga. Tipe Kelamin : Biasanya, pria mempunyai kemungkinan semakin besar untuk meningkatkan desakan darah tinggi dibanding wanita. Kemungkinan ini beragam bergantung dari usia serta bermacam di antara grup etnis. Berbagai Aspek Yang Dapat Dirubah Obesitas : Defisini obesitas yakni bila berat tubuh Anda lebih berat 30% atau lebih diatas berat tubuh ideal Anda. Obesitas berkenaan erat dengan desakan darah tinggi. Orang yang gemuk mempunyai kemungkinan dua sampai enam kali semakin besar untuk meningkatkan desakan darah tinggi dibanding mereka yang berat tubuhnya di kisaran berat tubuh ideal. Kaum profesional medis amat merekomendasikan supaya seluruhnya orang dengan obesitas serta desakan darah tinggi untuk turunkan berat tubuh mereka sampai kisaran 15% dari berat tubuh ideal mereka. Dokter dapat menolong Anda mengkalkulasi kisaran berat tubuh ideal Anda. Sensitivitas natrium (garam) : Berbagai orang memiliki sensitivitas tinggi pada natrium (garam), serta desakan darah mereka naik bila mereka makan garam. Kurangi konsumsi natrium condong turunkan desakan darah mereka. [ Baca juga : Makanan untuk menambah Sel darah Merah ] Orang Amerika konsumsi natrium 10 sampai 15 kali semakin banyak dari yang diperlukan. Makanan cepat saji serta makanan olahan memiliki kandungan natrium dalam jumlah tinggi. Banyak pula obat OTC yang memiliki kandungan natrium dalam jumlah tinggi, umpamanya obat pereda rasa sakit. Bacalah label makanan untuk tahu berapakah banyak kandungan natrium di dalamnya. Jauhi makanan yang memiliki kandungan natrium tinggi. Maksud yang hendak dicapai ialah tak kian lebih 1500 mg natrium /hari. Minum alkohol : Minum kian lebih 1-2 gelas alkohol /hari condong menambah desakan darah pada mereka yang peka pada alkohol. Pil KB (pemakaian kontrasepsi oral) : Berbagai wanita yang memakai pil KB alami desakan darah tinggi. Kurang olahraga (kurang kesibukan fisik) : Pola hidup yang kurang kesibukan fisik menyajikan peran pada pengembangan obesitas serta desakan darah tinggi. Oba-obatan : Ada berbagai obat spesifik yang condong menambah desakan darah, seperti amfetamin (stimulan), pil diet, serta berbagai pil yang dipakai untuk menyembuhkan tanda-tanda flu serta alergi.