Waktu Posting : 27-04-2016 08:49 | Dibaca : 2167x
21-09-2018 16:54
Alkohol seringkali digunakan sebagai salah satu bahan dalam skincare ataupun kosmetik. Banyak orang yang menghindari kandungan alkohol saat ingin memilih produk skincare dan kosmetik karena beranggapan jika alkohol dapat membawa dampak buruk pada kesehatan kulit. Alkohol memang terkenal sebagai kandungan "berbahaya" yang dianggap dapat menyebabkan kulit iritasi, kering bahkan bersifat karsinogenik. Namun ternyata, anggapan jika alkohol berbahay ternyata salah besar. Jika memang berbahaya, maka produk kosmetik atau skincare tidak akan dapat beredar luas dan tidak akan mendapat ijin BPOM, namun nyatanya banyak produk beralkohol yang mengantongi ijin BPOM yang berarti aman untuk digunakan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan beauty vlogger asal korea selatan, ia mengatakan jika alkohol merupakan produk yang aman digunakan untuk kulit dan ada beberapa manfaat dari alkohol yang ada dalam sebuah produk kosmetik maupun makeup seperti berikut ini : 1. Alkohol sebagai pelarut Alkohol merupakan pelarut yang sangat baik untuk bahan lain yang ada dalam produk sehingga kandungan dalam produk skincare atau kosmetik tersebut dapat terformulasikan secara baik dan bekerja maksimal pada kulit. 2. Alkohol sebagai pengawet Alkohol berperan penting untuk mencegah formula produk agar tidak terkontaminasi oleh kuman, bakteri dan jamur sehingga formula produk tidak akan berubah dan dapat bekerja maksimal saat diaplikasikan pada kulit dan produk pun tetap higienis. Alkohol juga akan menambah masa kadaluarsa produk sehingga dpaat lebih lama digunakan. 3. Alkohol akan mengurangi kadar minyak pada kulit Efek ini pasti akan sangat disenangi oleh orang dengan tipe kulit berminyak karena dapat menggunakan produk mengandung alkohol serta mampu mengurangi kadar minyak berlebih pada kulit. Namun proses tersebut bersifat sementara dan kandungan alkohol tidak akan mengganggu atau mengubah secara signifikan produksi minyak alami pada kulit. 4. Alkohol dapat meringankan tekstur produk Kandungan alkohol dalam produk skincare dan kosmetik dapat meringankan tekstur formula produk sehingga saat diaplikasikan pada kulit maka akan memberikan efek ringan.
13-08-2018 17:35
Banyak artikel yang mengatakan jika wanita memiliki risiko lebih tinggi terserang hipertensi dari pada pria. Apa penyebabnya? Peneliti dari Wake Forest Baptis Medical Center menemukan fakta untuk menjawab pertanyaan tersebut yang dipublikasikan dalam Therapeutic Advances in Cardiovascular Disease. Penelitian ini merupakan penelitian yang pertama yang menemukan perbedaan secara signifikan yang menjadi penyebab hipertensi banyak diderita wanita dari pada pria. Carlos Ferrario selaku pimpinan riset mengatakan "Kalangan medis berpikir jika penyebab hipertensi pada pria dan wanita sama, sehingga pengobatan dilakukan berdasarkan anggapan tersebut. Pada studi ini, gender pertama kali dipertimbangkan sebagai elemen yang sangat penting untuk mencari pengobatan anti hipertensi. Banyak hal yang dipertimbangkan seperti kenaikan tekanan darah". Ferrario juga mengatakan jika 20-30 tahun belakangan ini angka kematian pada pria akibat penyakit kardiovaskular menurun. Namun tidak dengan wanita yang justru penyakit kardiovaskular ini menjadi penyakit pembunuh utama pada wanita. Apa yang menyebabkan hasil berbeda antara wanita dan pria padahal mereka dirawat dengan cara yang sama? Para peneliti mengungkapkan perbedaan hasil berkaitan dengan gender dan juga kurangnya pengertian mekanisme bilogi dasar pada pria dan wanita. Studi ini dilakukan pada 100 orang wanita dan pria berusia 53 tahun dan lebih yang menderita hipertensi namun tidak diberikan perawatan dengan baik. Seluruh responden hanya mengalami penyakit akibat darah tinggi. Hasilnya penyakit [embuluh darah sekitar 30-40% lebih banyak diderita oleh wanita dari pada pria. Ada perbedaan fisiologis yang signifikan antara sistem kardiovaskular pria dan wanita. Banyaknya hormon juga turut mengatur tekanan darah dalam tubuh dan berperan meningkatkan risiko penyakit jantung.
25-09-2017 00:17
Faktor-faktor Penyebab Penyakit Jantung - Penyakit jantung dapat diderita oleh siapa saja, tidak memandang usia maupum jenis kelamin, dari anak yang masih balita hingga yang sudah lanjut usia dapat terkena penyakit yang satu ini, baik itu laki-laki maupun perempuan semuanya memiliki peluang untuk terkena penyakit jantung. tidaklah heran jika penyakit jantung menduduki peringkat teratas penyakit yang mematikan di dunia. Oleh sebab itu anda perlu menjaga kesehatan jantung yang dimulai dari diri sendiri. Penyakit jantung secara teoritis disebabkan karena tidak lancarnya aliran darah ke jantung. Hal ini membuat kerja jantung jadi terhambat. Walaupun penyakit jantung merupakan jenis penyakit yang berbahaya, namun ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui ataupun menyadari berbagai faktor penyebab penyakit jantung itu sendiri. Secara umum, faktor penyebab penyakit jantung adalah faktor genetik dan juga gaya hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok dan juga terjadinya kegemukan, namun ternyata selain faktor tersebut masih ada faktor penyebab penyakit jantung yang tersembunyi yang dapat meningkatkan resiko terkena serangan jantung . Dengan mengetahui faktor-faktor apa saja penyebab penyakit jantung, maka kita dapat melakukan pencegahan penyakit jantung secara dini, sehingga meminimalisir terjadinya serangan jantung. Faktor-faktor penyebab penyakit jantung adalah : 1. Faktor Keturunan Dari beberapa penelitian yang sudah dilakukan, terdapat data yang menunjukkan bahwa jika terdapat riwayat gangguan jantung dalam keluarga baik dari keluarga wanita atau keluarga pria, keturunan mereka lebih cenderung mempunyai masalah yang serupa yaitu penyakit jantung. 2. Faktor Penyakit Diabetes Para penderita penyakit diabetes dapat mengalami penyakit jantung akibat adanya komplikasi. Para penderita diabetes harus memperhatikan kesehatan karena dapat berdampak sebagai faktor penyebab penyakit jantung. 3. Faktor Gaya Hidup dan Kurang Olah Raga Orang-orang yang kurang olah raga memiliki resiko serangan jantung yang lebih tinggi. Melakukan olah raga secara teratur dapat meningkatkan kemampuan jantung untuk memompa dan dapat menurunkan kadar kolesterol serta menurunkan tekanan darah. 4. Faktor Kegemukan atau obesitas Kelebihan berat badan dapat meningkatkan tekanan darah tinggi dan ketidak normalan jumlah lemak dalam tubuh. Menghindari atau mengobati obesitas (kegemukan) adalah cara utama untuk menghindari diabetes. Diabetes kemudian akan meningkatkan resiko penyakit jantung koroner. Hati-hati dengan berat badan karena dengan berat badan yang berlebihan akan mudah terkena resiko penyakit jantung. 5. Faktor Stres Kondisi stres dapat menyebabkan penyempitan arteri, kondisi dimana adanya penyempitan pada arteri yang dapat menurunkan tingkat aliran darah. Stres berat dapat menyebabkan pecahnya dinding arteri yang memicu serangan jantung. Itulah beberapa faktor penyebab penyakit jantung yang bisa dijadikan bahan referensi dan juga informasi yang bisa digunakan untuk melakukan pencegahan serangan jantung secara dini. Untuk bisa mencegah penyakit jantung, maka kita harus benar-benar memperhatikan faktor penyebab penyakit jantung tersebut.