Waktu Posting : 13-08-2018 17:35 | Dibaca : 1360x
Banyak artikel yang mengatakan jika wanita memiliki risiko lebih tinggi terserang hipertensi dari pada pria. Apa penyebabnya?
Peneliti dari Wake Forest Baptis Medical Center menemukan fakta untuk menjawab pertanyaan tersebut yang dipublikasikan dalam Therapeutic Advances in Cardiovascular Disease. Penelitian ini merupakan penelitian yang pertama yang menemukan perbedaan secara signifikan yang menjadi penyebab hipertensi banyak diderita wanita dari pada pria.
Carlos Ferrario selaku pimpinan riset mengatakan "Kalangan medis berpikir jika penyebab hipertensi pada pria dan wanita sama, sehingga pengobatan dilakukan berdasarkan anggapan tersebut. Pada studi ini, gender pertama kali dipertimbangkan sebagai elemen yang sangat penting untuk mencari pengobatan anti hipertensi. Banyak hal yang dipertimbangkan seperti kenaikan tekanan darah".
Ferrario juga mengatakan jika 20-30 tahun belakangan ini angka kematian pada pria akibat penyakit kardiovaskular menurun. Namun tidak dengan wanita yang justru penyakit kardiovaskular ini menjadi penyakit pembunuh utama pada wanita.
Apa yang menyebabkan hasil berbeda antara wanita dan pria padahal mereka dirawat dengan cara yang sama?
Para peneliti mengungkapkan perbedaan hasil berkaitan dengan gender dan juga kurangnya pengertian mekanisme bilogi dasar pada pria dan wanita. Studi ini dilakukan pada 100 orang wanita dan pria berusia 53 tahun dan lebih yang menderita hipertensi namun tidak diberikan perawatan dengan baik. Seluruh responden hanya mengalami penyakit akibat darah tinggi.
Hasilnya penyakit [embuluh darah sekitar 30-40% lebih banyak diderita oleh wanita dari pada pria. Ada perbedaan fisiologis yang signifikan antara sistem kardiovaskular pria dan wanita. Banyaknya hormon juga turut mengatur tekanan darah dalam tubuh dan berperan meningkatkan risiko penyakit jantung.
07-08-2017 14:24
Gairah Seks Istri Menurun, Warning buat Para Suami - Salah satu faktor yang menyebabkan keharmonisan dalam rumah tangga adalah kepuasan diantara suami dan istri dalam melakukan hubungan seks. Secara psikologis, hubungan seks yang dilakukan dengan perasaan kasih dan sayang akan menimbulkan ketenangan jiwa baik bagi suami maupun istri. Kepuasan seks terkadang tidak bisa diperoleh saat gairah suami maupun istri mengalami penurunan. Beberapa kasus yang terjadi, gairah seks yang menurun lebih banyak dialami istri setelah sekian lama melakukan hubungan dengan pasangannya. Gairah seks yang menurun yang dialami seorang istri bisa terjadi karena beberapa faktor, antara lain : Saat kondisi istri sedang mengandung atau melahirkan anak. Dalam kondisi tersebut, penurunan gairah seks pada istri bisa menurun drastis. Secara psikologis, istri lebih fokus memikirkan kondisi anak dalam kandungannya daripada melayani gairah seks suami dan memaksakan diri melakukan hubungan intim. Istri jarang mengalami kepuasan saat berhubungan seks. Daya tahan wanita dalam mendapatkan orgasme, biasanya lebih tahan lama dibandingkan pria. Tak heran jika banyak pria mengkonsumsi obat kuat agar memliki daya tahan yang lebih lama saat berhubungan seks. Dalam kondisi yang sering tidak mendapatkan kepuasan, seorang istri biasanya mengalami penurunan gairah seksnya. Istri mengalami kelelahan setelah pulang kerja atau melakukan aktifitas sehari-hari dirumah. Pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci, mengurus anak dan segudang aktifitas lainnya, membuat kondisi fisik istri terkadang menurun saat suami mengajak melakukan hubungan seks. Seorang suami yang baik akan sangat mengerti dan tidak memaksakan diri untuk mengajak istrinya berhubungan seks karena kepuasan tidak akan diperoleh dalam melakukan hubungan seks. Wanita yang mengalami gejala menapouse, pada kondisi seperti ini, seorang istri dipastikan mengalami penurunan gairah seks. Pada kondisi ini, saat berhubungan seks, kepuasan dan kenikmatan tidak bisa didapatkan istri bahkan bisa menimbulkan rasa sakit pada bagian intimnya. Merasa bosan dengan permainan seks suami karena tidak ada variasi dalam berhubungan seks. Ini yang harus diwaspadai seorang suami di saat istri mulai ogah-ogahan dan malas melayani suami dalam urusan ranjang. Bisa karena bosan dengan gaya permainan dalam berhubungan seks atau karena suami tidak dapat memberikan kepuasan yang berlebih pada istri. Penurunan gairah seks pada istri, harus menjadi perhatian seorang suami, karena tidak bisa dipandang sepele. Perselingkuhan bisa menjadi akibat yang menyakitkan ketika suami tidak bisa memberikan kepuasan atau kenikmatan pada istri. Suami harus memberikan pengertian kepada istrinya agar lebih terbuka saat mengalami penurunan gairah seksnya. Untuk bisa memberikan kepuasan yang berlebih pada istri, seorang suami hendaknya berusaha menjaga kesehatan tubuhnya dengan banyak berolah raga atau mengkonsumsi obat kuat yang bisa membantu daya tahan suami saat berhubungan seks. Jadi saat istri mengalami gejala penurunan gairah seks, warning buat para suami jangan sampai terlambat untuk mengetahui penyebab penurunan gairah seks yang terjadi pada istri. Tindakan yang cepat dan tepat dari suami, salah satunya dengan lebih memperhatikan kepuasan istri dan tidak hanya mementingkan kepuasan diri sendiri bisa membuat hubungan seks kedua pasangan menjadi lebih bergairah kembali. Konsumsi obat kuat dari bahan herbal disarankan agar daya tahan suami bisa berlebih dan dapat memberikan kepuasan istri. Keharmonisan rumah tangga pun bisa dijaga dengan hubungan seks yang sehat dan saling pengertian diantara kedua pasangan
23-05-2016 04:57
Sebelumnya Anda terkena penyakit, sebaiknya kita lakukan berbagai usaha untuk mencegahnya. Tahukah Anda bila orang dewasa itu umumnya diserang flu atau pilek tiga kali dalam setahun? Masing-masing penyakit flu itu biasanya berjalan hingga 1 minggu atau dua minggu. Penyakit flu bisa pula demikian parah yang baru dapat sehat selama sebulan atau lebih. Nah, agar tidak mudah sakit dan sistim kekebalan badan selalu terpelihara ada berbagai langkah yang bisa kita dikerjakan. Berikut ini tujuh langkah yang bisa Anda lakukan untuk membuat perlindungan sistim kekebalan badan kita : 1. Meditasi Fikiran kita bisa kurangi kemungkinan kita diserang flu sebesar 40-50 persen, menurut penelitian dari Kampus Wisconsin - Madison pada 2012 lalu 55 orang yang menjalani teknik menentramkan fikiran bisa mempunyai 13 type penyakit lebih sedikit dan 51 hari bebas penyakit makin banyak daripada berbagai orang dari grup kontrol sepanjang musim pilek dan flu berjalan. Ini karena meditasi bisa kurangi efek fisik yang karena oleh stres yang dapat melemahkan system kekebalan badan. Baca juga : Inilah Resiko Kesehatan untuk Pekerja Shift Malam 2. Konsumsi Lebih Banyak Bawang Putih Alisin, kandungan yang ada di dalam bawang putih bisa melawan virus. Karenanya makanlah dua siung bawang putih sehari-harinya supaya bisa membantu kita agar tak gampang terkena penyakit. 3. Olahraga Sedikitnya 5 Hari Satu minggu Berolahraga 30 hingga 60 menit sehari bisa membuat lancar aliran darah sampai berbagai sel imun dapat tersalurkan ke semua segi badan. Dan demikian direferensikan untuk menggerakkan olah-raga lima hari sepanjang 1 minggu. 4. Bersihkan dan Keringkan Tangan Sering-seringlah bersihkan tangan Anda, terlebih waktu barusan menyentuh satu hal yang dicurigai mempunyai kandungan bakteri atau kuman. Tetapi yakinkan pula Anda mengeringkan tangan Anda setelah mencucinya. Kenapa? Karena bakteri tetap masih bisa menempel di tangan yang masih tetap basah. Jangan sampai lupa pula selalu untuk ganti handuk yang basah dengan handuk kering sekerap mungkin saja. 5. Tidur yang Cukup System imun kita butuh istirahat untuk tetaplah sehat. Dalam satu penelitian yang ditangani di Carnegie Mellon University, walaupun berbagai orang berkata bila mereka merasa fresh setelah tidur kurang dari tujuh jam/hari, tetapi mereka memiliki kemungkinan tiga kali lipat makin besar diserang flu di banding berbagai orang yang bisa tidur sedikitnya delapan jam setiap harinya. Baca juga : 4 Jenis Olahraga Ini Baik untuk Penderita Asma 6. Kurangi Konsumsi Makanan Manis Dalam satu penelitian di Kampus Loma Linda, berbagai orang yang konsumsi 6 sdm gula (baik dari jus jeruk, madu, atau minuman manis yang lain), berbagai sel darah putih yang bisa menahan infeksi kehilangan kemampuannya untuk membunuh bakteri dan virus. System imun kita akan alami penurunan sepanjang kian lebih satu jam setelah kita makan atau minum yang manis-manis. 7. Minum Air Putih yang Cukup kepala petugas medis dari Bastyr Center yakni Jamey Wallace, MD, Alami Health di Seattle mengemukakan kalau mencukupi kepentingan cairan badan dengan baik bisa hindari kita diserang dari infeksi. Jamey Wallace mengemukakan bila selaput lendir serta pula berbagai sel imun di sekresi kita bertugas untuk melawan virus penyakit flu, dan peranannya bakal tak jalan baik apabila kita dehidrasi. Tak cuma beberapa tips di atas, kita pun perlu mengonsumsi cukup buah dan sayuran, terlebih yang mempunyai kandungan vitamin C. Sebelumnya terkena penyakit, baiknya kita lakukan berbagai upaya mencegah yang tentu lebih gampang dan murah. Maka dari itu segera cegah dengan Ultra Noni, Ultra Mangosteen atau pun Dragon Noni.
10-06-2014 19:39
Ganja sesungguhnya merupakan sebutan untuk Canabis (yang memiliki kandungan delta-9-tetrahidrocabinol/THC) dengan kemampuan menengah. Canabis/Marijuana yang paling murah serta potensinya lemah banyak dipakai di Amerika Serikat dengan nama Bhang. Kemampuan marijuana/canabis yang paling kuat ialah Chara yang banyak ditemukan di India. Marijuana sendiri telah di kenal dari lama juga dari sebelum saat masehi serta ada dalam konpedium obat herbal cina yakni the Herbal of Emperor Shen Nung thn 2737 SM. Efek pada kesehatan mental pada penggunaan ganja untuk rekreasi banyak di teliti. Meskipun kelompok-kelompok yang menunjang legalisasi ganja baik didalam serta luar negeri menuturkan tak ada kaitan pada pemakaian ganja dengan masalah jiwa, bukti riset berkata sebaliknya. Baca juga : Konsumsi Makanan Ini Jika Ingin Miliki Rambut Sehat Reaksi yang diinginkan dari pemakaian ganja sesungguhnya ialah perasaan tenang serta relaks, euforia, pergantian persepsi (warna jadi lebih indah) perlambatan saat dan penambahan persepsi emosional serta pengalam-pengalaman. Tetapi pada sebagian orang yang berlangsung ialah hal yang sebaliknya. Beberapa hal ini termaasuk depresi, paranoid, khawatir atau serangan panik. Juga riset menyampaikan, percobaan memasukan THC dengan cara intravena ke pasien bisa membuahkan dengan cara akut beberapa gejala defisit kognitif serta munculnya beberapa gejala negatif yang mirip tanda-tanda pada masalah psikotik kritis. Hal semacam ini juga yang bikin ada satu hipotesis ada jalinan system endocannabinoid dalam patofisiologi skizofrenia. Pemakaian ganja yang kritis juga dikaitkan dengan mengecilnya daerah otak (hippocampus serta amygdala) yang terkait dengan psikosis, depresi serta penurunan kognitif. Hasil riset yang dimuat di jurnal Aust Fam Physician. 2010 Aug ; 39 (8) : 554-7 berjudul Cannabis and mental health - management in primary care menyampaikan pemakaian awal serta berat dari ganja dikaitkan dengan onset tanda-tanda psikosis serta depresi, sedang pemakaian yang lama membuahkan keluaran hasil yang lebih jelek diantara beberapa orang yang telah alami masalah mental. Baca juga : Kiat Sehat Menyimpan Makanan dan Minuman di Kulkas Jurnal lain Ann Pharm Fr. 2008 Aug ; 66 (4) : 245-54. Epub 2008 Sep 4 berjudul Induced psychiatric and somatic disorders to cannabis juga menyampaikan bahwasanya pemakaian ganja terkait dengan munculnya tanda-tanda psikosis serta kekhawatiran. Ganja pun dapat jadi aspek yang mengeksaserbasi terjadinya psikopatologi pada pasien seperti juga zat psikoaktif lainnya. Pemakaian ganja pada remaja menambah resiko terjadinya psikosis terlebih pada individu yang rawan. Seperti banyak riset lain, riset ini dapat menyampaikan bahwasanya pasien yang telah menanggung derita psikosis yang konsumsi ganja bakal berikan hasil keluaran yang lebih jelek pada kesembuhannya. Hal semacam ini lantaran jalinan efek ganja pada system dopamin. Pemakaian yang banyak serta kritis juga sudah dikaitkan memengaruhi memori serta performas belajar, baik pada individu yang sehat serta pasien yang psikosis. Jadi memanglah dengan cara spesial penggunaan ganja untuk individu yang sehat ataupun yang telah menanggung derita masalah jiwa memiliki efek yang kurang baik. Untuk individu yang sehat meskipun tak segera memiliki jalinan karena disebabkan, ganja jadi penyebab terjadinya beberapa gejala psikosis serta psikopatologi lain serta untuk individu yang telah alami masalah jiwa, pemakaian ganja memperberat keadaan masalah jiwanya.