Waktu Posting : 17-10-2014 16:25 | Dibaca : 2188x
15-06-2014 09:33
Mulai Kamis 12 Juni 2014 perhelatan akbar sepakbola dunia mulai digelar. Salah satu konsekuensi yang paling mungkin dihadapi adalah waktu tidur yang berkurang pada malam hari. Begadang rela dilakukan demi menyaksikan pertandingan Piala Dunia secara langsung di layar kaca atau nonton bareng. Padahal, esok paginya sudah harus menunaikan rutinitas seperti biasa. Aduh bagaimana ya? Begadang sebenarnya adalah salah satu aktivitas yang kurang baik untuk dilakukan terus-menerus. Kebiasaan ini akan berdampak buruk bagi kesehatan. Salah satu dampaknya adalah mengurangi sistem imun dan memperlambat peredaran darah. Meskipun begitu, ada beberapa cara yang biasanya dilakukan untuk membuat tubuh tetap bugar meski begadang dilakukan pada malam sebelumnya. Misalnya adalah mengganti waktu tidur yang telah dikurangi. Baca juga : Paduan Tepat Meraih Tubuh Sehat dan Ideal Normalnya orang beristirahat antara tujuh sampai delapan jam sehari. Jika waktu tidur itu dikurangi, bisa diganti dengan tidur siang yang berkualitas selama 20 atau 30 menit. Tidur siang singkat yang berkualitas itu juga bisa dilakukan untuk menambah tenaga sehingga juga bisa dilakukan dalam mempersiapkan diri untuk bergadang pada malam harinya. Jika hal itu tidak mungkin dilakukan karena kesibukan yang tinggi, seseorang bisa menggantinya di hari berikutnya. Pada dasarnya, tidur yang berkualitas jauh lebih menentukan dibandingkan dengan kuantitas waktu tidur. Usahakan juga untuk selalu tidur lelap beberapa jam sebelum begadang. Selain itu, aktivitas fisik seperti olah raga untuk mempertahankan stamina tetap dilakukan. Minimal dengan berjalan atau berlari kecil sekitar 30 menit setiap hari bisa membuat tubuh kembali fit usai bergadang. Menghirup udara segar juga merupakan faktor tambahan agar seseorang merasa bugar.. Saat begadang, jangan lupa untuk sesekali stretching. Hal itu bermanfaat untuk merehatkan tubuh sejenak. Peregangan juga dilakukan dengan berdiri atau berjalan-jalan sejenak di dalam ruangan sehingga mengendurkan kelelahan pada tubuh dan kaki. Dampak lain yang dikhawatirkan saat begadang adalah dehidrasi. Untuk mengantisipasinya, konsumsi air putih secara cukup bisa dilakukan. Selain menjaga tubuh seseorang tetap bugar, air putih juga membantu proses metabolisme tubuh. Kebutuhan air yang harus dikonsumsi minimal dua liter per hari. Baca juga : Kiat Mengatasi Kantung Mata yang Mengganggu Beberapa vitamin yang dianjurkan dokter juga bisa dikonsumsi untuk menjaga daya tahan tubuh. Vitamin yang paling banyak dibutuhkan untuk mempertebal daya tahan tubuh sehingga terhindar dari penyakit adalah vitamin C. Meskipun demikian, dini hari merupakan saat dimana tubuh melakukan detoksifikasi. Dengan demikian, disarankan untuk tidak mengkonsumsi minuman berenergi atau suplemen pada dini hari karena hanya akan memperberat kerja ginjal. Faktor lain yang ditekankan adalah jangan memaksakan diri. Segeralah tidur jika badan sudah mulai merasa tidak fit. Beberapa gejala lain yang menjadi alarm untuk segera tidur adalah sendawa berlebihan atau mata yang berkunang-kunang. Meski bertentangan dengan kesehatan, ada kalanya begadang terpaksa dilakukan. Ada beberapa makanan yang biasa dikonsumsi untuk membuat seseorang tetap terjaga karena dapat melawan kantuk. Faktor terpenting adalah makanan tersebut harus rendah glisemik atau gula sehingga dapat meminimalisasi dampak buruk lanjutan yang mungkin terjadi. Makanan seperti cokelat, keju, makanan berlemak, gorengan, dan mi instan juga sebaiknya dihindari karena bisa menyebabkan gangguan metabolisme tubuh. Berikut makanan dan minuman yang sebaiknya dikonsumsi : Kopi Kafein yang terkandung di dalam kopi mampu merangsang otak untuk tetap terjaga. Namun, terlalu banyak minum kopi dapat menyebabkan gangguan tidur permanen. Jumlah dan kadar kopi yang dikonsumsi harus diperhatikan. Telur Sangat tinggi jumlah kolin yang dimiliki telur dan metabolisme tubuh pun dapat dipercepat. Hal ini membuat seseorang memiliki banyak energi untuk melawan kantuk. Teh tanpa gula Teh mengandung kafein dan nikotin. Untuk membuat seseorang terjaga, teh yang dikonsumsi disarankan tanpa gula. Meski gula memberikan energi instan, biasanya akan membuat rasa kantuk datang setelah beberapa saat. Buah-buahan Buah pisang memberikan energi instan, tetapi mudah dicerna tubuh pada malam hari sekalipun. Makanan semacam ini direkomendasikan untuk seseorang yang ingin terjaga semalaman. Beberapa buah-buahan lain seperti alpukat dan apel juga direkomendasikan. Salad buah juga direkomendasikan sebagai camilan sehat.
25-04-2014 03:15
Terlalu Dini Minum Obat Medis Hipertensi Bisa Picu Stroke - Seakan sudah dilumrahkan awam kalau setiap tekanan darah atas atau sistolik di atas 120 dan tekanan bawah distolik di atas 80 serta merta dianggap sudah darah tinggi (hipertensi). Tak soal kapan diukur, bagaimana mengukurnya, dan dalam kondisi apa orang diukur. Kita tahu tekanan darah berfluktuasi dari waktu ke waktu, bahkan dari jam ke jam. Emosi, kondisi bergiat, efek hormonal dan faktor stres ikut mempengaruhi tekanan darah. Vonis bahwa seseorang hipertensi tidak dihasilkan oleh keputusan selewat sambil lalu. Sekali seseorang divonis hipertensi, mungkin harus berurusan dengan terus minum obat. Sikap seperti itu tidaklah bijak. Karena bila keputusan itu ternyata tidak tepat, orang merugi karena harus minum obat untuk sesuatu yang belum perlu. Baca juga : Obat Hipertensi dari Jus Buah-buahan Sejatinya, tekanan darah diukur pada saat baru bangun tidur pagi hari. Belum melakukan apa-apa, misal belum mengomel pada pembantu, belum merasa jengkel, dan belum juga bergiat fisik, di saat itulah tekanan darah langsung diukur. Tekanan darah saat itu mencerminkan kondisi semurninya tekanan darah. Tentu akan menjadi berbeda hasilnya bila diukur sudah melakukan aktivitas. Seseorang baru dipastikan hipertensi bila diukur tiga kali berturut-turut selang waktu beberapa hari dengan alat yang sama memberikan hasil yang sama-sama lebih tinggi dari normal. Hanya dari pemeriksaan tensi satu kali saja, dan hanya karena melihat lebih tinggi dari 120/80 mmHg, lalu langsung memastikan kalau itu hipertensi, bisa jadi belum tentu diagnosis yang betul. Optimalnya tekanan darah itu kurang atau sama dengan 120/80 mmHg. Menurut WHO International Society of Hypertension, tensi 130/85 mmHg masih tergolong normal dan 139/89 mmHg tergolong normal atas (high normal). Seseorang baru dikategorikan hipertensi (ringan) setelah tensinya 140/90 mmHg. Tentu dengan catatan, pengukuran dilakukan dengan kondisi seperti sudah disebut di atas dan alat tensimeternya sudah ditera normal. Baca juga : Tips Hidup Sehat Bersama Darah Tinggi Jadi kalau kondisi pengukuran tidak menghasilkan nilai tensi yang sesungguhnya dan tensinya belum berkategori hipertensi, tak bijak kalau terlalu cepat langsung diintervensi dengan obat. Mengapa? Bila tensi ternyata bukan yang sesungguhnya langsung diberi obat, bisa jadi tensi darah malah jadi anjlok. Kita tahu, tubuh punya mekanisme otoregulasi tekanan darah. Waspadai bila tak ada riwayat darah tidak pernah tinggi mendadak jadi tinggi. Perlu lebih kritis untuk bertanya ulang kalau dokter masih memberi resep, apa obat memang sudah diperlukan. Bila suatu saat tensi meninggi, ada sistem tubuh yang mengatur untuk menurunkannya. Sebaliknya, kalau tensi menurun, tubuh akan menaikkannya. Biarkan dulu mekanisme itu berjalan tanpa perlu diintervensi dengan obat. Kelewat cepat memberi obat, berarti mengacaukan mekanisme otomatisasi tubuh melakukan keseimbangan tekanan darah (homeostasis). Bisa jadi, malah bisa anjlok akibatnya. Kejadian anjloknya tensi darah akibat kelewat cepat atau mungkin kelewat tinggi pemberian dosis obat darah tinggi, bukan peristiwa yang jarang. Acap oleh ulah pasien sendiri yang memutuskan minum obat begitu merasa tekanan darah yang diukurnya sendiri di rumah meningkat, bisa-bisa fatal akibatnya. Baca juga : Tak Semua Obat Medis Cocok Untuk Hipertensi Tekanan darah yang mendadak anjlok buruk akibatnya pada otak dan jantung, selain ginjal. Pasokan darah ke organ-organ tubuh penting itu mendadak berkurang. Kita tahu otak paling rentan terhadap kekurangan pasokan oksigen yang dibawa oleh darah. Kasus stroke berisiko terjadi kalau tensi darah mendadak anjlok. Stroke bisa terjadi lantaran tensi darah kelewat tinggi, bisa juga bila kelewat rendah.
21-06-2018 01:09
Semakin canggih teknologi maka akan semakin memeprmudah manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Komunikasipun akan sangat mudah dapat dengan memanfaatkan vitur video call yang tersedia di hp. Saat malas melanda maka dapat menggunakan aplikasi ojek online yang menyediakan layanan antar makanan dengan mudah. Namun, semakin canggih teknologi ternyata memiliki dampak pada kesehatan.. Apa saja dampaknya pada masalah kesehatan? Berikut ulasannya.. 1. Menyebabkan kecelakaan lalu lintas Banyak pengendara yang melalaikan keselamatan akibat asik bermain ponsel pintar saat sedang berkendara. Padahal seharusnya saat ingin menggunakan ponsel, pengendara menepi dan bukan menggunakannya saat menyetir. Hal ini lah yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas karena kurangnya konsentrasi saat berkendara. 2. Meningkatkan depresi Terus menerus bermain ponsel, mengecek media sosial dan mengirim pesan singkat selama 24 jam maka akan meningkatkan risiko cemas dan depresi. 3. Sakit leher Saat mengalami sakit leher maka bisa jadi penyebabnya yaitu karena terlalu sering melihat ponsel. Kebiasaan menunduk saat melihat ponsel dapat memberikan beban pada tulang leher sehingga meningkatkan risiko cedera tulang dan membuat leher menjadi sakit. 4. Kualitas tidur terganggu Kurangi kebiasaan bermain ponsel karena sinar biru yang dikeluarkan ponsel pintar dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat tubuh lelah pada siang hari. Mata juga akan mengalami mata lelah dan nyeri kepala. 5. Menurunkan tingkat kesuburan Jika Anda mendambakan keturunan sebaiknya jangan memangku laptop pada paha saat bekerja karena dapat menurunkan tingkat kesuburan. Radiasi dan panas yang dikeluarkan laptop dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada testis dan penurunan kualitas sperma yang dihasilkan.