Waspadai Kanker Usus Mengincar Anda

Additional Image

Waktu Posting : 15-06-2014 09:17 | Dibaca : 2248x

Apabila Anda terhitung orang yang kerap sakit perut dalam wujud apapun, serta sampai kini condong mengabaikannya, saat ini telah waktunya Anda mulai waspada setiap saat sakit perut menyerang. Lantaran, tanda-tanda kanker kolorektal (kanker usus) yang timbul pada tiap-tiap stadium berlainan.

Tanda-tanda umum ialah terjadinya pergantian rutinitas BAB dari yang awal mulanya lancar serta teratur, jadi lebih tidak sering atau bahkan jadi susah BAB. Ini ialah tanda-tanda awal kanker kolorektal pada stadium awal, waktu mulai berlangsung penyempitan serta penyumbatan pada usus besar serta dubur. Beberapa gejala yang lain :
 
Baca juga : Mengenal 5 Mitos Seputar Jantung

1. Alami diare, sembelit, kembung, nyeri di perut sisi belakang, tegang, atau rasa tidak nyaman lain pada perut dengan cara terus-menerus - berlangsung melebihi 6 bulan - namun tak diketahui pemicunya. Anda tak tengah haid, tak barusan memakan makanan pedas, tak kekenyangan makan, dsb.

2. Nafsu makan selalu menyusut atau berat tubuh turun dengan cara dramatis tidak dengan menjalankan diet apapun.

3. Kerap terasa lemah serta kelelahan walau tak mengerjakan pekerjaan berat.

4. Adakalanya, apabila diraba jadi ada tonjolan atau benjolan di bagian dalam perut.

5. Feses mulai bercampur dengan darah, serta makin lama jumlah darahnya semakin banyak. Dapat pula darah keluar dari dubur tidak dengan diikuti feses. Apabila tanda-tanda ini telah berlangsung, ada kemungkinan kanker telah mulai masuk stadium tinggi.
 
Baca juga : Dapatkan Hidup Sehat dengan Pola Tidur yang Sehat

Langkah paling simpel untuk mendeteksi ada kanker rektum ialah melalui kontrol dubur, yakni dokter memasukkan jari ke dalam daerah rektum lewat dubur pasien. Kontrol ini cuma memerlukan tempo  5 menit serta cukup dikerjakan di klinik rawat jalan, tak mesti dirumah sakit besar. Tetapi langkah tersebut cuma bisa mendeteksi kanker yang terdapat pada 5 hingga 8 cm paling akhir dari rektum.

Untuk mendeteksi kanker yang terdapat lebih jauh didalam usus besar, bisa dilaksanakan kontrol sigmoidoskopi atau kolonoskopi. Suatu teropong serat optik yang lentur dimasukkan ke dalam usus besar lewat rektum untuk mengambil sepotong kecil jaringan tumbuh untuk diuji selanjutnya di laboratorium. Langkah lain ialah lewat barrium enema atau kontrol dengan X Ray (sinar X) untuk memeriksa usus besar dengan cara menyeluruh. Ke-2 kontrol yang dimaksud paling akhir ini mesti dikerjakan dirumah sakit yang relatif besar atau komplit.

BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Beberapa Fakta Kegiatan Seks terhadap Kesehatan

29-06-2014 17:46

Membantu mengurangi Stress. Penelitian dari University of the West of Scotland mengungkapkan bahwa orang-orang yang memiliki hubungan setidaknya sekali selama dua minggu lebih mampu mengelola situasi stres seperti berbicara di depan umum, kata penulis studi dan profesor psikologi Stuart Brody, Ph.D. Itu karena hormone  endorfin dan oksitosin yang dilepaskan selama melakukan hubungan seks mengaktifkan pusat kesenangan di otak yang menciptakan perasaan keintiman dan relaksasi dan membantu mencegah kecemasan dan depresi, kata WH penasihat Laura Berman, Ph.D., asisten profesor klinis ob-gyn dan psikiatri di Feinberg School of Medicine di Northwestern University. Kualitas Tidur yang jauh lebih baik Kegiatan seks yang anda lakukan terbukti mampu meningkatkan kualitas tidur yang jauh lebih baik. Hal tersebut dikarenakan hormon endorfin yang sama yang membantu Anda mengurangi stres juga dapat membuat santai tubuh dan pikiran yang memicu anda untuk tidur dengan lebih baik, kata Cindy Meston M., Ph.D., direktur Laboratorium Psikofisiologi Seksual di University of Texas di Austin. Selain itu, selama orgasme, hormon prolaktin dilepaskan. Kadar hormone prolaktin secara alami lebih tinggi ketika kita tidur, yang menunjukkan hubungan yang kuat antara keduanya.  Seks yang sangat aktif dapat membuat Anda merasa lebih berenergi daripada mengantuk.  Baca juga : Keuntungan Seks Dalam Bidang Kesehatan   Mengurangi bahkan menyembuhkan rasa sakit Bicara tentang membalik script: "Ya, malam ini, Sayang-aku sakit kepala."Lonjakan hormon dilepaskan setelah orgasme dapat membantu meringankan sakit mengganggu, apakah itu kembali tegang atau penumbuk kepala, kata Meston. Sebuah studi yang dilakukan di Headache Clinic di Southern Illinois University menemukan bahwa separuh dari penderita migrain perempuan melaporkan lega setelah klimaks. "Endorfin yang dilepaskan selama orgasme sangat mirip morfin, dan mereka secara efektif mengurangi rasa sakit," kata Meston. Memiliki migrain tetapi manusia Anda tidak sekitar? Mengobati diri dengan memperlakukan diri Anda dengan beberapa seks solo. Selama Anda mencapai puncak Anda, masturbasi akan memiliki efek menenangkan yang sama. Sedikit Pilek Orang yang berhubungan seks ditemukan memiliki tingkat antibody yang lebih tinggi yang disebut immunoglobulin A (IgA) dan hal ini sudah dibuktikan para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania. Antibodi ini membantu memerangi penyakit dan menjaga tubuh aman dari pilek dan flu. Lebih Awet Muda Dalam penelitian yang dilakukan di Royal Edinburgh Hospital di Skotlandia, panel hakim melihat peserta melalui cermin satu-arah dan menebak usia mereka. Mereka yang menikmati kegiatan seks dengan pasangannya empat kali seminggu, rata-rata dianggap tujuh sampai 12 tahun lebih muda dari usia mereka yang sebenarnya. Seks teratur meningkatkan pelepasan hormon, termasuk testosteron dan estrogen, yang dapat menjaga tubuh terlihat muda dan vital. Estrogen juga terbukti membuat kulit lebih lembut dan rambut berkilau. Baca juga : Merokok dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Gigi dan Mulut   Tubuh yang lebih kencang Seks dianggap sebagai cardio.  Kegiatan seks mampu membakar kalori 85-250 kalori, tergantung pada panjang sesi , jika kegiatan dilakukan cukup singkat tentu tidak dapat membakar kalori yang banyak. Bahkan, ahli jantung pun menganggap aktivitas seksual sebanding dengan latihan sederhana di atas treadmill, hal ini berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam The American Journal of Cardiology.   Dengan banyaknya keuntungan yang didapatkan dalam melakukan hubungan seks secara sehat, tentu hal ini memberikan banyak sekali keuntungan bagi para individu yang rutin melaksanakan kegiatan tersebut. Kehidupan yang lebih baik mampu didapatkan dengan cara yang mudah tentu saja merupakan sebuah idaman bagi setiap orang, dan hal itu kini bisa didapatkan tanpa perlu melewati banyak kesulitan yang cukup berarti.

Featured Image
Kanker Serviks, Gejala, Penyebab Dan Penanganannya

07-09-2014 23:46

Kanker serviks, atau yang dikenal juga dengan kanker mulut atau leher rahim, adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di dunia, termasuk di Indonesia. WHO pun mencatat bahwa kanker serviks merupakan jenis kanker penyebab kematian teratas pada wanita. Kanker serviks terjadi ketika sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh dan menyebar tanpa terkontrol. Serviks adalah bagian bawah rahim (leher rahim) yang membuka dan terhubung ke kemaluan wanita. Penyebab Kanker Serviks Umumnya–lebih dari 99,5%–kanker serviks disebabkan oleh human papilloma virus atau HPV. Virus ini sangat mudah menyebar, baik melalui sentuhan, perpindahan cairan, atau menyentuh tempat yang telah terjangkit dengan virus ini. Namun yang paling umum adalah ketika seorang wanita melakukan hubungan seksual dengan orang yang memiliki virus HPV. Ada banyak jenis virus HPV, dan tidak semuanya menyebabkan kanker serviks. Kebanyakan orang dewasa telah atau pernah terinfeksi virus HPV, namun infeksi virus ini bisa hilang dengan sendirinya. Tetapi terkadang infeksi virus ini bisa menyebabkan kutil pada daerah kelamin atau menyebabkan terjadinya ke kanker serviks.   Baca juga : Kantung Mata, Penyebab dan Cara Mengatasinya Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di dunia. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini sering tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker umumnya tidak menunjukkan gejala apapun. Itulah mengapa sangat penting bagi wanita melakukan tes PAP smear secara reguler untuk mendeteksi ketidaknormalan pada leher rahim sebelum mereka berubah menjadi kanker. Pada tes ini berlangsung, dokter akan mengorek sampel kecil dari sel-sel di permukaan leher rahim untuk melihat perubahan sel. Jika tes PAP menunjukkan perubahan yang abnormal, dokter akan melakukan tes lanjutan untuk mengetahui apakah perubahan tersebut berupa kanker atau dapat menyebabkan kanker di leher rahim. Gejala Kanker Serviks Perubahan abnormal pada sel serviks jarang menimbulkan gejala. Jika perubahan tersebut berkembang menjadi kanker, gejala yang timbul bisa berupa: Pendarahan tak normal pada vagina, misalnya di antara periode menstruasi, setelah berhubungan intim, atau setelah menopause. Merasa sakit ketika berhubungan intim atau ketika buang air kecil. Nyeri di perut bagian bawah atau panggul. Keputihan yang tidak normal, misalnya berlebih atau bercampur darah. Perubahan signifikan yang tak dapat dijelaskan pada siklus menstruasi. Pada tahapan yang lebih lanjut, gejala yang mungkin timbul antara lain: Anemia karena pendarahan berlebih pada kemaluan. Sakit berkelanjutan pada panggul, punggung dan juga kaki. Masalah urinasi/buang air kecil. Berat badan turun drastis.  Baca juga : 10 Kebiasaan Yang Bisa Turunkan Berat Badan Melakukan screening dan tes sejak dini sangat berperan untuk mencegah kanker serviks. Di negara berkembang, penggunaan secara luas program pengamatan leher rahim mengurangi kasus kanker serviks yang invasif, yaitu sebesar 50% atau lebih. Penanganan Kanker Serviks Perawatan dan penanganan kanker serviks meliputi operasi pada kanker serviks stadium awal, dan kemoterapi serta radioterapi pada stadium yang lebih lanjut. Tergantung pada seberapa jauh kanker telah berkembang, penderita mungkin akan satu atau lebih penanganan (kombinasi). Jika dilakukan hysterectomy (operasi pengangkatan rahim) pada penderita, maka penderita tak bisa lagi memiliki anak. Namun hysterectomy tidak selalu dibutuhkan, khususnya jika kanker ditemukan masih pada tahap sangat awal.

Featured Image
Tips Menghilangkan Lingkaran Hitam Di Sekitar Mata

08-06-2014 00:31

Kurang tidur, kecapean stres lantaran pekerjaan sekolah adalah awal munculnya lingkaran hitam sekitar mata. Sesudah itu, faktor keturunanatau genetis, terkena polusi, asap serta debu dapat juga mengakibatkan pembuluh darah membesar. Aliran darah ini mengalir ke kulit mata serta beralih warna sedikit lebih gelap serta condong menebal. Begitupun dengan sistem pembuangan cairan badan yang kurang lancar serta lemak yang berlebihan di seputar mata. Mengakibatkan bakal timbul kantung mata. Dampak cahaya matahari serta kekurangan cairan dapat juga mengakibatkan timbulnya kerutan halus di sekitar mata. Jalan keluar Praktis Kulit di seputar mata kandungan minyaknya paling sedikit dibanding dibagian lain. So, tidak heran jika kulit di daerah mata ini jadi lebih sensitif serta mudah berkerut. Buat meminimalisir dampak kerutnya, cobalah sebagian panduan dibawah ini : 1. Facial mata Buat mengurangi persoalan di sekitar mata. Hal yang pertama kali Anda kerjakan yakni mwmbwrsihkan bekas make-up di seputar mata dengan memakai pembersih spesial, eye make-up remover setiap usai beraktivitas.   Baca juga : Cara Menghilangkan Jerawat dengan Buah-buahan 2. Peeling Peeling berperan bersihkan serta menghaluskan kulit. Lantaran sel-sel kulit mati serta flek di bagian kulit mata turut terangkat oleh scrub. Paling sedikit satu minggu 2 x untuk lakukan peeling di seputar mata atas serta bawah. 3. Tapping Massage Pemijatan pada bagian mata yang ada kantung mata dengan pertolongan jari tengah dengan gerakan sesuai arah jarum jam. Mempunyai tujuan membuat lancar peredaran darah serta bikin syaraf mata jadi enjoy. 4. Gunakan Pelembab Lakukan menggunakan pelembab spesial untuk kulit mata tiap-tiap malam. Saat memoleskan eye krim, janganlah menggosok dengan kencang maupun dipijat, cukup ditepuk-tepuk saja. Kurangi juga rutinitas menguce-ngucek mata tiap-tiap hari.   Baca juga : Lendir Siput Ternyata Bisa Cegah Keriput Gampang & Natural Kecuali memakai produk-produk kosmetik yang modern, Anda dapat juga memakai bahan-bahan yang gampang diperoleh, yaitu bahan-bahan dari alam, dimulai dari timun sampai labu. Coba juga, ya… 1. Timun Timun kecuali dapat dimakan, juga bermanfaat untuk kurangi lingkaran hitam di mata serta menghaluskan kulit muka. Ambillah potongan timun yang telah masuk dalam kulkas, lalu potong-potong serta tempelkan di mata dengan lama waktu 15 menit. 2. Es Batu Saat ada dibawah matahari cukup lama, mata bakal bekerja dengan cara ekstra, melebihi lazimnya. Cahaya ultraviolet, debu serta polusi ini menyebabkan iritasi pada mata. Untuk mengatasinya, Anda dapat memakai es batu. Langkahnya, ambillah es batu lalu dibungkus kain tidak tebal serta tempelkan di mata. Es batu ini dapat ngilangin noda di seputar mata disebabkan terbakar cahaya matahari. 3. Labu Hijau Labu hijau ini digunakan semacam pengganti timun untuk mengurangi lingkaran hitam dibawah kelopak mata. Dengan meminum juice labu hijau dengan cara teratur tiap-tiap hari, bikin kulit jadi lebih halus serta cerah.

...