Waktu Posting : 07-07-2024 09:32 | Dibaca : 173x
Penyakit autoimun adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh seseorang tidak bekerja dengan baik bahkan tidak dapat membedakan bakteri, sel baik maupun sel buruk di dalam tubuh. Umumnya autoimun menyerang tiroid, pencernaan dan sel-sel lainnya. Untuk mengatasi dan mencegah penyakit autoimun mempergunakan ramuan obat herbal sangat dianjurkan.
Penyebab penyakit autoimun
Belum diketahui secara pasti mengenai penyebab penyakit autoimun, namun ada beberapa faktor yabf dapat meningkatkan seseorang untuk terjangkit penyakit ini, di antaranya adalah :
Pada beberapa penyakit autoimun umumnya menyerang etnis tertentu, misalnya diabetes tipe 1 yang pada umumnya menimpa orang Eropa sedangkan lupus rentan terjadi pada orang Afrika-Amerika serta Amerika Latin.
Umumnya wanita lebih rentan untuk terserang penyakit autoimun bila dibandingkan dengan pria. Dan biasanya penyakit ini dimulai pada masa kehamilan.
Yang dimaksud dengan lingkungan di sini yaitu seperti cahaya matahari, bahan kimia serta infeksi virus dan bakteri yang dapat menyebabkan seseorang terserang penyakit autoimun dan memperparah keadaannya.
Pada umumnya menyerang anggota keluarga yang lain meskipun tidak selalu terserang dengan penyakit autoimun yang sama namun mereka rentan terkena penyakit autoimun yang lain.
Obat alami untuk mengatasi penyakit autoimun
Rempah jahe yang kaya khasiat untuk pengobatan telah terbukti mencegah, mengobati dan mengatasi berbagai jenis penyakit. Anti inflamasi dalam rempah jahe dapat mengatasi penyakit autoimun dan menurunkan risiko peradangan karena penyakit autoimun.
Konsumsi jahe setiap hari tidak akan menimbulkan efek samping yang buruk, caranya mudah cukup dengan memanaskan 1 ruas jahe dengan segelas air dan masukan teh rebuslah selama 5 menit, setelah ditiriskan tambahkan perasan lemon dan madu minumlah 3x sehari setelah minum obat.
Tanaman yang satu ini dapat menjadi ramuan obat herbal untuk mengatasi penyakit autoimun karena dapat memperlancar metabolisme, batang lidah buaya dapat dipergunakan juga untuk penyakit graves.
Campurkan lidah buaya dengan perasan lemon dan madu untuk membuat jus, dalam beberapa kasus penggunaan lidah buaya harus dikonsultasikan kembali pada dokter
Kandungan bromelain dari buah nanas sangat berguna untuk anti-inflamasi yang sangat tinggi, terapi dengan buah nanas ini membantu mengatasi peradangan artritis. Namun untuk penderita maag akut tidak dianjurkan mengonsumsi buah ini.
Buah nanas yang telah dipotong campurkan dengan 15 ruas kunyit dan satukan dalam blender, minum jus yang satu ini 3x kali sehari untuk mengurangi peradangan pada beberapa bagian tubuh.
https://pafikabpangkajene.org/
Ramuan obat herbal yang terbuat dari bahan rumahan menjadi solusi mudah, murah dan sehat untuk pengobatan secara alami. Mari hidup sehat dengan memanfaatkan tanaman, rempah, hingga buah yang ada.
31-05-2014 10:23
Kelebihan berat badan tak cuma mengganggu penampilan tapi juga membuat badan tak terjamin kesehatannya. Aneka penyakit akan dengan mudah datang dan bersarang. Tapi bukan berarti semua itu tak dapat diatasi. Dengan bantuan olahraga, diet, dan motivasi serta disiplin yang kuat, niscaya berat badan yang berlebih bisa diatasi. Secara mudah, kegemukan dapat diartikan sebagai adanya kelebihan lemak di bagian tubuh tertentu sehingga antara lain menyebabkan berat badan melebihi normal. Kelebihan lemak bisa dijumpai di lipatan perut, paha, pantat, lengan bagian atas, leher, dan sebagainya. Selain itu, jantung dan pembuluh darah juga sering diselimuti lemak. Dan kegemukan bukan saja menurunkan nilai penampilan serta daya tarik, tapi juga mendekatkan kita pada beragam penyakit yang menurunkan nilai kesehatan. Ini berbeda dengan penampilan tubuh atlet body building (binaraga). Walau mereka kelebihan berat badan, tapi tidak dapat dikatakan gemuk sebab yang berkembang adalah otot, bukan lemak tubuh. Baca juga : Membincang Perawatan Kesehatan Wanita Untuk menilai berat badan tersebut antara lain dapat diketahui dengan menghitung indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Yaitu perbandingan berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (meter). Anda dengan berat 64 kg dan tinggi 1,5 m misalnya, nilai BMI-nya adalah 28,4. Nah, berdasar perhitungan tadi, Anda bisa dikategorikan bertubuh gemuk sebab BMI tubuh yang ideal adalah berkisar antara 20-25. Bila nilainya di atas 27, sudah dikategorikan gemuk. Angka BMI ini hampir sama pada pria maupun wanita. Begitulah, kegemukan mau tidak mau pasti akan menambah berat badan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Antara lain gangguan pada sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab sebagian kandungan lemak itu terdapat di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya, kerja jantung untuk memompa darah semakin berat. Di sisi lain, sebagian lainnya juga akan melapisi bagian luar jantung. Ini pun akan mempersulit kerja jantung. Adanya lemak di sepanjang pembuluh darah dapat pula menurunkan elastisitas pembuluh darah balik yang pada gilirannya akan mempermudah timbulnya varises, khususnya di betis. Kaki jadi mudah mengalami kelelahan karena beban kaki sebagai penyangga tubuh tambah berat akibat berat badan bertambah. Akibat lain, tulang dan sendi bisa mengalami gangguan. Ya, ibarat mobil sajalah. Bila terlalu sering kelebihan muatan akan mempercepat kerusakan. Orang yang menderita kegemukan juga cenderung rentan terhadap gangguan penyakit. Misalnya saja penyakit gula (diabetes). Orang yang mengalami kegemukan biasanya suka makan sehingga hormon insulin tidak mampu lagi mengolah gula. Akibatnya gula menumpuk. Ginjalnya pun akan cepat rusak. Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza Dari beragam risiko tersebut, jelas sulit untuk mengatakan, orang gemuk dapat sehat dalam jangka waktu panjang. Mungkin untuk sementara waktu mereka dapat sehat. Tapi 4-5 tahun kemudian berbagai gangguan kesehatan tadi akan muncul, meskipun yang bersangkutan berusaha agar tetap sehat. Karena kegemukan tidak sehat, maka sedini mungkin ia harus dihindari. Yaitu pada usia 18-20 tahun. Berat badan harus senantiasa terkontrol agar mencapai sekitar berat badan ideal. Setelah usia 20 tahun sudah mendapat berat badan ideal. Ini yang harus dipertahankan. Naik, boleh-boleh saja, tapi tak lebih dari 10 persen. Berat badan ideal (BBI) dapat dihitung dengan rumus: tinggi badan dikurangi 100. Kalau tingginya 160 cm, berat idealnya sekitar 60 kg. Kalaupun mau naik, ya, cukup 2-3 kg saja. Untuk mempertahankan berat ideal, olahraga adalah jawaban utamanya. Bagaimana upaya agar tetap sehat kendati menderita kegemukan? Ada dua hal yang harus diperhatikan. Antara lain melakukan aktivitas tubuh secara teratur. Sedapat mungkin harus selalu melakukan olahraga. Misalnya jalan kaki, naik tangga, lari, renang, senam, atau melakukan gerakan tubuh secara teratur dan seimbang.
21-09-2024 10:06
Pizza adalah salah satu makanan yang jadi favorit banyak orang. Pizza memiliki perpaduan adonan, saus tomat, keju dan berbagai topping yang bisa kamu pilih sesuka hati membuat kelezatan terasa berbeda-beda. Dengan tampilan dan rasanya yang sangat kuat, kadang pizza di anggap sebagai makanan yang tidak menyehatkan dan tidak boleh di konsumsi terlalu sering. Tapi jika kita dalami ternyata pizza sebenarnya sangat bagus loh untuk tubuh kita, memang apa yang membuat pizza menyehatkan? yuk langsung kamu cek saja! 1. Pizza adalah salah satu makanan yang seimbang, bahkan jika disajikan untuk sarapan Pertama jangan pernah bilang bahwa pizza adalah makanan yang paling bernutrisi. Namun ketika melihat salah satu makanan yang paling seimbang maka pizza bisa jadi pilihannya. Pizza adalah kombinasi dari karbohidrat, protein dan lemak. Pizza memiliki karbohidrat dari kulit pizza, di tambah protein dan lemak dari topping keju pizza, bahkan tambahan topping lain dalam pizza akan memperkaya nutrisi yang ada di dalam makanan tersebut. Jadi pizza bisa jadi opsi sarapan kalian nih, asal sesuai dengan porsinya ya. 2. Dengan memilih topping yang tepat akan membuat pizza semakin menyehatkan Kebanyakan orang memandang pizza sebagai junk food, padahal pandangan itu tidak sepenuhnya benar. Pizza bisa jadi makanan yang berbahaya atau pun menyehatkan tergantung dengan bahan yang kita gunakan untuk membuatnya, terutama topping yang kita pilih. Pizza dengan sayuran dan protein tanpa lemak bisa memberikan nutrisi yang cukup untuk kebutuhan tubuh kita. Kita juga bisa menambahkan topping yang berlemak di dalam pizza kita, namun kita harus mengurangi besar potongan ketika menyajikannya agar tidak berlebihan mengkonsumsi lemak dan kalori yang ada. Potongan pizza tidak selalu sama, semakin sehat maka semakin besar potongan yang bisa kita konsumsi. 3. Pizza bisa membuat kamu makan lebih banyak sayuran Kebanyakan orang tidak suka memakan sayuran ketika terpisah dari makanan utama, padahal mereka mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan, yang dibutuhkan tubuh kita. Untuk mengakali mereka yang tidak suka sayuran, kita bisa membuat pizza dengan memberikan topping sayuran di atasnya. Dengan memberikannya pada topping pizza rasa sayuran akan semakin berkurang berkat gabungan dari kulit, saus dan keju di dalam pizza. 4. Pizza bisa mengandung banyak protein Kita memerlukan protein untuk membantu kerja tubuh sehari-hari, dan pizza memiliki protein yang bisa menjadi nutrisi dalam tubuh kita. Rata-rata irisan pizza memiliki sekitar 12 gram protein, sebagian besar berasal dari keju. Menurut National Academy of Medicine, orang dewasa harus mengonsumsi 7 gram protein untuk setiap 10 kg berat tubuhnya, jadi bisa jadi salah satu opsi memenuhi kebutuhanmu. Kita tidak perlu memakan semua pizza kita dalam sekali makan, nantinya kebutuhan protein bisa di bagi dengan 3 kali makan dan bisa menggunakan menu yang berbeda beda. 5. Ketika memesan pizza, hindari kulit pizza yang tebal Agar semakin menyeimbangkan pola makan kita, maka kita harus bisa mengurangi porsi karbohidrat menjadi takaran yang wajar. Kulit pizza yang tebal pastinya memberikan banyak sekali karbohidrat dalam tubuh kita, hal ini bisa memicu obesitas dan kadar gula naik. Sehingga pilih saja kulit pizza yang tipis, kulit yang tipis juga semakin membuat rasa pizza semakin kuat 6. Pizza bisa membantu tubuhmu menyerap likopen Likopen adalah antioksidan yang bisa di temukan dalam buah-buahan berwarna cerah seperti stroberi, rasberi, dan tomat. Orang-orang mengkonsumsi likopen untuk membantu menurunkan tekanan darah dan menurunkan tingkat kolesterol tinggi. Sedangkan tomat adalah salah satu bahan utama dari saus pizza, sehingga kandungan likopen pasti banyak di temukan dalam pizza. menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, likopen lebih mudah diserap dari tomat yang dimasak dibandingkan dengan yang segar. Satu sendok makan saus pizza, jumlah perkiraan dalam satu irisan rata-rata, mengandung hampir 2.000 mcg likopen. itu setara dengan makan setengah cangkir tomat ceri. Jadi pilih pizza yang mengandung saus tomatnya. Ternyata pizza juga baik untuk kesehatan jika pemilihan bahan dan konsumsinya sesuai dengan yang seharusnya. Bagaimana menurut kalian? apakah pizza jadi salah satu makanan favoritmu? Santinospizzashack.com merupakan sebuah restoran pizza yang dibuka pada bulan Oktober 1972 oleh Santino dan istrinya Dorothy. Santino dan istrinya Dorothy telah menetap di restoran tersebut sejak saat itu. Anak-anak mereka Jason dan Angela telah terlibat sejak awal tahun 1990-an serta anggota keluarga lainnya. Gerai pizza Santino tetap bergaya kuno dan bergerak menuju tren modern. Kami telah kembali ke saus dan gaya pizza asli yang menempatkan kami di peta. Menu makanan kami yang terus berkembang serta bar layanan lengkap kami menawarkan sesuatu untuk semua orang namun tetap ramah keluarga dan terjangkau.
28-04-2014 20:22
Marasmus pada anak – anak tidak lagi menjadi jenis penyakit yang hanya menyerang pada berbagai kalangan anak ekonomi rendah saja. Pasalnya, peran orang tua yang mampu menyajikan makanan sehat dengan jumlah gizi yang cukup juga menjadi poin penting didalamnya. Jenis makanan sehat tidak hanya dinilai dari nominal makanannya saja namun juga dipengaruhi oleh nilai gizi yang berada didalamnya. Asupan makanan itu sendiri harus seimbang antara nilai karbohidrat, protein, vitamin serta lemak yang tentunya menjadi nutrisi yang baik bagi tubuh anak anda. Untuk lebih jelasnya mengenai beberapa rahasia menyembuhkan Marasmus pada anak, anda dapat mengetahuinya dalam ulasan berikut ini : Pengetian Marasmus adalah gangguan kesehatan anak yang disebabkan oleh asupan gizi yang buruk atau kurang. Kejadian penyakit ini tidak hanya dikaitkan dengan kondisi ekonomi keluarga yang rendah namun juga didukung oleh pengetahuan gizi yang cukup oleh orang tuanya, infeksi penyakit atau kelainan fisik anak serta lingkungan yang tidak memungkinkan untuk anak mendapatkan konsumsi makanan yang memang memadai. Untuk itu, peran orang tua serta para promoter kesehatan dibutuhkan agar terbentuk rasa kerja sama yang kuat dalam mengurangi kejadian penyakit akibat gizi kurang atau Marasmus ini. Gejala Marasmus Bagi anda para orang tua perlu memantau perkembangan tubuh anak anda, terutama ketika anda berusia sekitar 0 – 2 tahun. Dalam rentang usia yang seperti ini biasanya anak – anak mudah untuk terserang penyakit Marasmus ini. Diantara gejala klinis yang tampak pada penyakit Marasmus ini antara lain yaitu : a.      Tulang rusuknya akan terlihat lebih jelas b.     Dinding perut akan mengalami hipotonus dan kulit yang longgar c.      Hilangnya lemak sub kutan dengan anggota gerak yang akan terlihat jelas d.     Wajah anak akan terlihat lebih kering, berkeriput serta tampak lebih tua e.      Berat badan anak akan turun menjadi 60% berat badan anak normal pada seusianya f.      Penahan sistem panas anak akan hilang sehingga suhu tubuh anak cenderung dingin Patofisiologi Marasmus Marasmus merupakan jenis kelainan sindrom yang terjadi akibat berbagai faktor / multi faktor. Diantara berbagai faktor tersebut antara lain yaitu : -      Tubuh anak – anak sendiri (host) -      Penyebab (agent) -      Lingkungan sekitarnya (environment) Ketiga faktor inilah yang berperan penting terhadap kejadian penyakit Marasmus. Tubuh anak ini menjadi faktor internal yang memperparah kejadian penyakit Marasmus, seperti halnya kelainan fungsional maupun anatomi tubuh anak yang memang mampu mengakibatkan penyakit Marasmus semakin parah. Faktor kedua yaitu penyebab penyakit yang menjadikan anak untuk menderita gangguan gizi buruk ini. Penyebab atau agent penyakit ini multifaktor seperti yang sudah dijelaskan dalam ulasan diatas. Kemudian faktor terakhir yang menjadikan anak untuk menderita penyakit ini yaitu lingkungan sekitarnya. Lingkungan sekitar yang masih belum memiliki akses pelayanan terkait pengetahuan gizi makanan tentunya menyebabkan kejadian Marasmus juga semakin parah. Pencegahan Marasmus Penyakit Marasmus membutuhkan tindakan pencegahan yang tepat untuk mengurangi dampak buruk dari penyakit ini. Berbagai tindakan tersebut membutuhkan peran orang tua yang optimal seperti halnya : a.      Pemberian ASI eksklusif terutama pada usia anak 0 – 2 tahun. ASI ( air susu ibu ) merupakan nutrisi yang tepat untuk kesehatan anak. Dengan pemberian ASI yang cukup ini tentunya akan membentuk kekebalan tubuh yang kuat terutama saat ASI pertama yang masih mengandung kolostrum. b.     Meningkatkan kebersihan lingkungan dan personal hygiene Tindakan pencegahan yang kedua ini ditujukan untuk mengurangi paparan zat infeksius terhadap kesehatan tubuh anak, khususnya pengaruh untuk penyakit Marasmus ini. c.      Pemberian imunisasi Kegiatan posyandu yang memberikan imunisasi bagi anak – anak perlu anda kunjungi. Pasalnya, dengan pemberian imunisasi ini mampu memberikan kekebalan tubuh anak anak terhadap beberapa agent penyakit. Selain itu, pada kegiatan posyandu juga dilakukan penimbangan berat badan anak anda sehingga anda akan mengetahui secara pasti pertumbuhan anak anda. d.     Mengikuti penyuluhan atau resep untuk mengolah makanan yang sehat bagi anak. Makanan anak memang berbeda dengan makanan yang anda konsumsi biasanya. Kecukupan nilai gizi serta rasa makanan tersebut sebaiknya harus memadai. Pengobatan Marasmus Marasmus merupakan kelainan gizi pada anak yang dapat anda sembuhkan dengan beberapa langkah berikut ini, yaitu : 1.     Cegah atau atasi Marasmus dengan diet tinggi karbohidrat dan protein agar terhindar dari hipoglikemia 2.     Berikan konsumsi air / mineral yang cukup agar anak tidak mengalami dehidrasi 3.     Mulailah memberikan makanan dengan jumlah gizi yang cukup 4.     Jangan lupa untuk melakukan penimbangan anak secara teratur untuk mengetahui berat badan anak setelah menderita Marasmus