Waktu Posting : 16-06-2014 18:34 | Dibaca : 2491x
15-07-2016 07:24
Padatnya kegiatan, kerap membuat orang menunda jadwal makan, atau bahkan lupa untuk mengisi perut. Sebaiknya kurangi atau hentikan kebiasaan tersebut. Jika telat makan terus menerus akan buruk bagi kesehatan Anda.  1. Mood memburuk, mudah murung dan lesu Hal ini terjadi karena tubuh kekurangan glukosa yang seharusnya disuplai dari makanan. Baca juga : 20 Cara Berciuman, Biar Ahli dalam Berciuman  2. Metabolisme melambat Dengan tidak adanya asupan makanan maka proses metabolisme melambat, yang berakibat pada berkurangnya kemampuan fisik dan mental anda. 3. Kram perut Makan teratur sangat bermanfaat bagi tubuh. Selain untuk asupan nutrisi, juga bisa mengatur sistem pencernaan untuk lebih aktif. Jika Anda selalu menangguhkan makan, apalagi keseringan, maka sistem pencernaan akan terkejut, dan meresponnya tidak bagus. Akibatnya perut pun akan kram. Baca juga : Jangan Terlalu Sering Pegang Payudara dan Vagina Pacar  4. Maag Sekalipun anda tidak makan, lambung tetap dapat menghasilkan asam. Normalnya asam ini tidak akan membahayakan jaringan lambung. Tapi itu akan berubah jika Anda sering telat makan. 5. Nutrisi kurang, tubuh jadi kurang fit Akibatnya tubuh bisa terserang bakteri seperti H Pylori yang dapat meningkatkan kadar asam lambung. Jika berlebihan dapat merusak jaringan lambung dan mengakibatkan maag.Â
22-05-2014 05:22
Kita cenderung mulai menjalani pola hidup yang malas dan tak sehat yang telah berdampak pada pola hidup yang semakin mengandalkan sesuatu serba instan dan ingin serba cepat dalam kehidupan di abad ke-21 yang serba modern ini. Pola hidup manusia memang mengikuti kecanggihan teknologi. Di rumah duduk menonton televisi, di kantor duduk mengetik di komputer, di mobil duduk, di restoran duduk, dan lain-lain yang sepanjang hari kita habiskan duduk diam dengan gadget dan tumpukan pekerjaan. Masih adakah jalan kaki sore bercengkrama dengan tetangga? Masih adakah ke pasar berjalan kaki? Masih adakah pergi ke lapangan luas bersama anak-anak untuk sekadar bermain tangkap bola? Belum lagi tekanan ekonomi yang kian menghimpit di tengah zaman yang serbamahal. Kita menggenjot diri sendiri untuk bekerja dan bekerja demi materi. Bekerja tak lagi mengenal waktu hingga istirahat kurang. Urusan makan apalagi. Belum lagi demi pergaulan, kita menjadi dekat dengan sumber penyakit seperti asap rokok,minuman beralkohol, serta gaya hidup tak sehat lainnya. Baca juga : Obat Alamiah Untuk Penyakit Gondok Gaya hidup tidak sehat bersanding erat dengan tubuh yang tidak sehat. Ada dua belas komponen untuk gaya hidup sehat, namun yang paling berkaitan erat adalahpola makan sehat dan pola aktivitas fisik. Pola makan sehat dimulai dengan memperhatikan apa yang masuk ke dalam tubuh. Ciri awalnya adalah keteraturan dalam mengkonsumsi makanan dan minuman. Keteraturan itu terbagi lagi dalam empat hal. Pertama adalah memiliki jadwal yang teratur yaitu tiga kali makan pokok dan dua kali camilan. Jadwal itu harus dijalani setiap hari karena berkaitan dengan pengaturan hormon dalam tubuh. Kedua adalah komposisi yang dikonsumsi. Untuk sehat, gizi harus seimbang. Harus ada sumber karbohidrat, sumber protein hewani, sumber protein nabati, serta sumber vitamin dan mineral. Keempat komponen itu harus ada dalam setiap kita mengkonsumsi makanan pokok. Kemudian ketiga adalah jumlah. Jumlah makanan yang kita konsumsi harus cocok dengan kebutuhan, tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang. Untuk orang awam, mengetahui apakah yang kita konsumsi berlebih bisa dengan melihat apakah berat badan naik dengan jumlah yang biasa dikonsumsi. Bila ya, maka itu sudah berlebih. Terakhir, pemilihan camilan. Komposisi camilan biasanya menutupi kekurangan dalam makanan pokok. Misalnya, makanan pokok kurang protein nabati, maka kita mencamil kacang-kacangan. Kalau makanan pokok kurang vitamin dan mineral, maka pilihlah camilan buah berair banyak. Baca juga : Mengenal Lebih Jauh Tentang Hipertensi Orang zaman sekarang sering mengeluh bahwa bekerja itu capek. Padahal yang dilakukan dari pagi hingga malam hanyalah duduk dan duduk meski berpindah tempat, berpindah ruangan, dan berpindah kursi. Itu sangat ringan. Untuk pola hidup sehat, kita tingkatkan aktivitas fisik. Biasakan naik tangga, kerjakan pekerjaan rumah sendiri, dan tetap melakukan olah raga rutin. Minimal olah raga itu harus dilakukan lima hari dalam seminggu. Meski begitu, dianjurkan untuk melakukan olah raga setiap hari. Namun, jangan langsung berpikir beratnya karena yang dimaksud di sini adalah olah raga santai yang dilakukan 30 menit saja setiap harinya. Kemudian, bukan bekerja saja yang harus berkualitas, tidur pun harus berkualitas. Tidur minimal enam jam sehari. Itu cukup asalkan dalam kondisi deep sleep atau tidur berkualitas. Percuma tidur sepuluh jam kalau seperti tidur ayam. Kualitas tidur ini penting. Sebenarnya, ini hal-hal yang sudah kita ketahui secara umum. Sekarang, kita tinggal melakukannya karena kalau terbiasa dengan gaya hidup tidak sehat, kesehatan kitalah taruhannya. Kebiasaan itu akan menuai masalah jangka panjang. Tanda-tandanya pertama kali adalah kegemukan. Setelah itu muncul penyakit degeneratif seperti jantung, diabetes (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), stroke (serangan jantung), dan kanker. Well, you are what you eat. Tubuh sehat tak serta merta hadir, tapi harus dipupuk dengan pola makan dan aktivitas fisik yang sehat. Meski begitu, sehat pun bukan berarti berumur panjang karena itu semua di tangan Tuhan. Namun, dengan pola hidup sehat, kita berarti menghargai tubuh yang diberikan Tuhan karena tidak merusaknya.
20-03-2015 05:52
Penyakit gula seakan menjadi momok menakutkan yang sering dikhawatirkan dengan terlambat. Penyakit ini seringkali hanya diasosiasikan dengan penyakit-penyakit lain seperti hipertensi dan kelebihan kolesterol dan dianggap hanya akan menyerang kita setelah berusia lanjut. Akibatnya, banyak kasus penanganan penyakit ini yang terlambat karena kita menyepelekan penyakit ini di kala usia muda. Padahal, penyakit ini bisa menyerang siapa saja dan tidak terbatas pada jenis IDDM (Insulin Dependent Diabetes Mellitus). Seorang penderita diabete IDDM memang terlahir dalam kondisi harus menerima suplai insulin. Namun, bagi seseorang yang tidak memiliki kelainan seperti itu, faktor pola hidup dapat menjadi penyebab serangan penyakit ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga diri dari dampak penyakit ini sejak usia dini. Baca juga : Kegunaan Jamsi Obat Diabetes  Menjaga pola hidup yang sehat adalah langkah baik untuk menghindarkan diri kita dari penyakit ini. Pola hidup sehat mencakup rutin berolahraga, cukup beristirahat, menghindarkan diri dari stress, mengatur pola makan yang bergizi, seimbang, serta sehat. Konsumsi gula yang berlebihan terutama untuk mereka yang memiliki riwayat keluarga menderita penyakit gula juga harus dikontrol sedemikian rupa. Jangan berlebihan namun jangan pula sampai kekurangan. Sayangnya pola hidup sehat yang sebenarnya sederhana ini seringkali tidak diaplikasikan. Kesibukan dan kemalasan memang seringkali menjadi alasan kita tidak bisa menerapkan pola hidup seperti ini. Oleh karena itu, menumbuhkan kesadaran mengenai hidup yang sehat dan bahagia perlu ditanamkan dengan baik. Dengan demikian, kita bukan hanya terhindar dari penyakit ini, namun kita juga bisa terhindar dari berbagai penyakit lain yang disebabkan pola hidup yang tidak baik. Baca juga : Cara Mengobati Diabetes yang Dapat Dilakukan Mengenal gejala penyakit ini juga sangat penting kita lakukan. Secara spesifik tiap jenis penyakit gula bisa memberikan tanda yang berbeda-beda. Namun, terdapat beberapa gejala umum yang patut Anda jadikan sebagai peringatan mengenai serangan penyakit ini. Gejala pertama yang patut Anda waspadai adalah mudah lelah padahal hanya melakukan aktivitas harian seperti biasanya. Gejala selanjutnya adalah berat badan turun, sering merasa haus, sering buang air kecil, warna kulit menjadi lebih gelap terutama di sekitar leher, penglihatan melemah, sering merasa lapar, dan luka lebih sulit untuk sembuh. Bila Anda memiliki gejala-gejala tersebut, sebaiknya segera cek kadar gula darah Anda ke klinik atau puskesmas. Dengan demikian, bila Anda memang menderita penyakit gula, dokter dapat menangani penyakit Anda sebelum terjadi kejadian fatal.