Waktu Posting : 22-06-2014 07:41 | Dibaca : 2576x
22-07-2016 09:33
Berikut adalah beberapa hal kebiasaan hidup sehari-hari yang bisa menjadi penyebab diabetes: 1. Teh manis Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita dewasa rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. Ujungnya: obesitas dan diabetes. Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih dari dua sendok teh sehari. 2. Gorengan Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL (kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi lemak, termasuk gorengan. Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah. Baca juga : Akhlaq Suami Terhadap Istri 3. Suka ngemil Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam makanan dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung di dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah. Pengganti: Buah potong segar. 4. Kurang tidur. Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para ahli dari University of Chicago mengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, risiko diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik. Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 5. Malas beraktivitas fisik Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. “Dalam 10 tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi, Vietnam, berlipat ganda. Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding bersepeda,” kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di Kawasan Pasifik Barat. Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas lainnya. Baca Juga: 5 Obat Efektif Untuk Osteoarthritis Solusi: Bersepeda ke kantor. 6. Sering stres Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. Saat stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula darah terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja dengan bunuh diri pelan-pelan. Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada sahabat terdekat. 7. Kecanduan rokok Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga. Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan bersertifikat resmi. 8. Menggunakan pil kontrasepsi Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan progestin, atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik Endokrinologi RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena kerja insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan baik. Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun. Baca juga : Cara Tahan Lama Tanpa Obat Kuat (Ejakulasi Dini) 9. Takut kulit jadi hitam Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, termasuk gula darah. Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum “berjemur” di bawah sinar matahari pagi selama 10-15 menit. 10. Keranjingan soda Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses’ Health Study II terhadap 51.603 wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang sehingga terdorong untuk minum lebih banyak. Pengganti: Jus dingin tanpa gula
28-08-2014 00:33
Gatal pada daerah selangkangan adalah permasalahan yang kerap berlangsung, serta dapat menimpa siapapun, meskipun biasanya seringkali berlangsung pada pria. Tak cuma pada selangkangan, gatal serta iritasi pula kerap menerpa bagian-bagian lipatan kulit yang lain seperti sela-sela jari serta di seputar pantat. Rasa gatal yang muncul mungkin saja amat tak nyaman, apabila tak diatasi dengan benar bisa mengakibatkan ruam serta lecet pada kulit Anda. Apa yang mengakibatkan gatal serta ruam pada selangkangan? Paduan panas, lembab, serta gesekan kulit dengan baju adalah pemicu umum yang menyebabkan kulit jadi merah serta teriritasi. Kecuali itu, gatal pula dapat muncul disebabkan mikroorganisme seperti jamur serta bakteri yang bersarang di daerah selangkangan. Jamur bisa berkembang dengan gampang ditempat yang hangat serta lembab. Diatas itu semuanya, aspek kebersihan badan serta rutinitas tiap hari adalah aspek terpenting seorang alami permasalahan gatal di selangkangan. Baca juga : 4 Cara Sehat Menambah Nafsu Makan Langkah menyembuhkan gatal di selangkangan Bila Anda alami permasalahan gatal-gatal di selangkangan, Anda dapat coba berbagai langkah penyembuhan di bawah ini : Yakinkan daerah selangkangan senantiasa bersih serta kering Berikanlah perhatian spesial pada kebersihan daerah selangkangan Anda. Sesudah mandi, keringkan daerah selangkangan dengan jalan menepuk-nepuknya memakai handuk. Kerjakan dengan cara lembut sampai selangkangan betul-betul kering. Pakai cream, salep atau mungkin bedak antijamur Berikan salep atau mungkin cream yang memiliki kandungan 1% hidrokortison pada daerah selangkangan Anda, sekurang-kurangnya 2 kali satu hari. Idealnya ialah sesudah mandi. Cream antijamur ini dapat dengan gampang Anda peroleh di apotik atau mungkin toko obat umum tanpa ada resep dokter. Aplikasikan pola ini sepanjang satu minggu atau mungkin lebih, sampai rasa gatal hilang dari selangkangan. Pakai baju yang longgar Untuk mencegah iritasi serta lecet, gunakan celana ataupun dalaman yang longgar. Baju yang ketat serta sempit pula bikin selangkagan jadi panas serta lembab, hingga jamur makin berkembang. Janganlah menggaruk kulit yang gatal Tahan hasrat Anda untuk menggaruk selangkangan yang gatal . Menggaruk bakal makin merangsang kulit, bahkan juga dapat mengakibatkan infeksi. Bila dapat, untuk memudahkan rasa gatal Anda dapat menyiram dengan air dingin. Kecuali itu, potong kuku jari tangan atau mungkin pakai sarung tangan waktu tidur, untuk menghindar Anda menggaruk tanpa ada sadar saat tidur. Bila permasalahan gatal di selangkangan tak kunjung pulih sesudah melebihi satu minggu, atau mungkin kondisinya makin memburuk, secepatnya periksakan ke dokter. Dokter mungkin saja bakal menyajikan lotion maupun gel antijamur yang lebih kuat buat Anda pakai. Bila daerah selangkagan Anda sudah terinfeksi atau mungkin alami iritasi kronis, dokter kemungkinan bakal menyajikan antibiotik buat Anda. Baca juga : Cara Mudah Menghilangkan Stres Bila rasa gatal sudah terselesaikan, Anda dianjurkan untuk terus memakai cream antijamur pada selangkangan Anda selama 1-2 minggu ke depan, untuk menghindar kembalinya jamur. Menangkal selangkangan gatal di hari selanjutnya Untuk menghindari terjadinya kembali permasalahan diatas, Anda dapat mengaplikasikan berbagai panduan di bawah ini : Sesudah olahraga atau mungkin melaksanakan kegiatan yang berkeringat, cepatlah mandi serta mebersihkan badan Anda. Yakinkan daerah selangkangan senantiasa bersih serta kering. Janganlah memakai pakian dalam situasi badan yang masih tetap belum terlampau kering. Bila ada sinyal tanda gatal di selangkangan, secepatnya berikan cream atau mungkin bedak antijamur di selangkangan Anda sesudah mandi. Jauhi baju dalam yang ketat, alih-alih pakai katun yang longgar atau mungkin boxer, untuk meminimalisir gesekan pada kulit serta pakian Anda. Senantiasa pakai baju yang bersih serta kering, dan tukar celana dalam Anda dengan cara teratur. Janganlah memakai handuk atau mungkin baju dengan cara bertukaran dengan orang lain. Bakteri serta jamur pemicu gatal amat gampang beralih ke orang lain.
19-08-2014 03:45
Glaukoma ialah penyakit pada saraf utama mata, yang dikatakan saraf optik. Saraf optik terima impuls saraf dari retina serta memancarkannya ke otak, dimana kita merubah sinyal-sinyal listrik itu semacam gambar. Glaukoma ditandai oleh rusaknya progresif pada saraf optik yang biasanya diawali dengan kehilangan pandangan samping halus (peripheral vision). Bila glaukoma tak didiagnosis serta diobati maka bisa berkembang jadi kehilangan pandangan sentral serta kebutaan. Glaukoma umumnya, namun tak senantiasa, terkait dengan tekanan tinggi di mata (tekanan intraokuler). Pada umumnya, tekanan mata tinggi ini mengarah ke rusaknya saraf mata (saraf optik). Dalam berbagai masalah, glaukoma bisa berlangsung pada tekanan mata normal tetapi ada masalah penyusunan aliran darah ke saraf optik. Baca juga : Cara Cepat dan Ampuh Atasi Mata Lelah Belum ada obat resmi untuk glaukoma. Tetapi, obat atau mungkin operasi bisa memperlambat atau mungkin mencegah perubahan kehilangan pandangan. Pengobatan yang jitu bergantung pada tipe glaukoma serta beberapa aspek yang lain. Deteksi awal amat utama untuk hentikan perubahan penyakit ini. Glaukoma adalah penyakit mata yang berlangsung lantaran saraf mata yang 'diam' serta mengakibatkan cairan mata tak dapat mengalir keluar. Dengan cara bertahap penyakit ini dapat jadi penyebab utama kebutaan. Oleh karenanya glaukoma kerap dikatakan silent diseases. Baca juga : Cara Mencegah Penularan Virus Ebola Jika Anda atau mungkin beberapa orang di sekeliling Anda mengalami glaukoma, diet yang sehat ialah jalan yang cerdas supaya penyakit ini tak makin kronis. Inilah diet glaukoma yang perlu di ketahui kaum penderitanya. Pasien glaukoma sebaiknya mengkonsumsi makanan tinggi zat anti-oksidan seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, serta vitamin B kompleks. Nutrisi yang ada di dalamnya dapat membuat perlindungan kesehatan mata. Pasien glaukoma dianjurkan untuk menjauhi kopi. Karena kandungan cafein yang tinggi di dalamnya dapat menambah tekanan darah yang berbuntut pada penambahan intraokular mata. Wortel serta sayuran hijau amat menolong untuk mengurangi resiko glaukoma sampai nyaris 60%. Suatu riset kesehatan mendapatkan bahwasanya minum teh hijau bisa mengurangi Anda dari resiko penyakit ini. Karena kandungan anti-oksidan di dalamnya dapat menyehatkan mata Anda. Kecuali ikuti pola makan itu, pasien glaukoma mesti menurunkan stres. Lantaran stres cuma bakal jadi memperburuk tekanan pada mata.