Gejala Serangan Penyakit Rematik

Additional Image

Waktu Posting : 30-07-2014 02:56 | Dibaca : 3466x

Penyakit rematik bisa menyerang pria dan wanita yang umumnya telah berusia senja. Tapi tidak menutup kemungkinan rematik diderita orang yang masih muda. Serangan rematik biasanya dibarengi dengan gejala berupa rasa kaku, pegal linu atau rasa sakit. Gejala ini juga seringkali disertai dengan lemah otot, gangguan gerak tubuh dan mengalami pembengkakan persendian. Bila anda telah terdeteksi mengidap rematik, segera terapkan obat herbal yang tepat. Sehingga serangan penyakit ini bisa diatasi dengan tuntas. Tapi pastikan anda membeli produk herbal tersebut pada toko terpercaya yang jual obat herbal rematik. Agar khasiatnya sangat terasa anda rasakan dan aman tanpa efek samping negatif.

Baca juga : Cara Mencegah Serangan Stroke  

Keluhan rematik yang kronis atau menahun dapat mencetus cacar pada permukaan tubuh yang mengalami penyakit rematik. Pengobatan kimiawi biasanya hanya berfungsi untuk mengurangi gejala sakitnya saja. Sehingga sumber penyakit sebenarnya tidak bisa diatasi dengan optimal. Maka bila serangan rematik mendera maka anda akan langsung mengonsumsi obat kimia tersebut. Memang derita sakit saat itu menghilang, tapi suatu saat rasa sakitnya kembali anda rasakan. Bila pemakaian obat kimia ini berlangsung dalam waktu yang lama, maka bisa menimbulkan ketergantungan dan merusak lambung. Pada umumnya proses penyembuhan serangan rematik bisa berlangsung sangat lama. Solusi terbaik untuk mengatasi rematik adalah dengan obat herbal berkhasiat tanpa efek samping.

Baca juga : Gejala Kolesterol yang Harus Diwaspadai 


BACA JUGA TIPS KESEHATAN INI

Featured Image
Deteksi Dini Keberadaan Kanker Kolon (Usus Besar)

14-06-2014 19:22

Kecuali melakukan pola hidup lebih sehat, sesungguhnya kanker kolon dapat dihindari dengan skrining serta deteksi awal. Sejumlah 95 % masalah kanker usus besar bisa diatasi, bila ditemukan awal melalui tes serta kontrol rinci. Tetapi, pantas disayangkan, banyak orang-orang malas melakukan deteksi awal lantaran terasa tak yakin terkena kanker usus besar. Serta yang terutama, sebelum saat Anda melakukan pemeriksaan-pemeriksaan itu, bacalah gejala-gejala yang didapatkan dari tubuh Anda. Dengarlah nada keluhan tubuh Anda. Bila ada yang lain dari pada lazimnya, mesti aware, janganlah didiamkan. Orang sakit perut itu umum. Namun bila telah tak hilang-hilang, mesti diwaspadai. ” Walau tak nyaman, atau barangkali menjijikkan, tiada kelirunya Anda memerhatikan feses yang Anda mengeluarkan waktu BAB. Lantaran pergantian pada pola BAB – frekuensi ataupun konsistensinya – adalah tanda awal yang vital.   Baca juga : Migrain Lebih Suka Mengincar Perempuan Bila Anda alami persoalan dengan saluran cerna, berkonsultasilah ke dokter. Janganlah sangsi untuk kembali ke dokter itu kalau penyembuhan yang didapatkan tidak kunjung memperlihatkan hasil, atau persoalan Anda selalu berjalan. Bila butuh, datangi dokter lain untuk meminta second opinion, supaya Anda meyakini dengan apa yang tengah berlangsung di saluran cerna Anda. Dibawah ini ialah beberapa kontrol kanker kolon yang dapat Anda lakoni, demikian Anda mencurigai ada persoalan dengan usus besar Anda. Kontrol colok dubur serta darah samar. Langkah yang paling simpel ialah dengan kontrol colok dubur, dimana dokter bakal memasukkan jarinya ke rektum. Kontrol bisa dikerjakan di klinik rawat jalan. Walau cuma mengonsumsi saat kurang dari lima menit, tetapi bisa mengakibatkan sedikit ketidaknyamanan untuk beberapa orang yang melakukan. Cara tersebut umumnya cuma bisa mendeteksi kanker yang terdapat pada 5-8cm paling akhir dari rektum. Kecuali itu, Anda dapat juga melakukan kontrol darah samar di laboratorium pada misal feses Anda untuk mendeteksi ada darah yang datang dari polip.   Baca juga : Cara Alami Redakan Sakit Gigi Photo ronsen dengan bahan kontras serta kontrol biomolukuler. Memasukkan barium cair lewat pipa sempit ke dalam rektum untuk melapisi semua usus, lalu diidentifikasi dengan photo ronsen (cahaya X), juga bisa dikerjakan untuk mendeteksi kanker serta polip yang besarnya melebihi satu sentimeter. Serta akhir-akhir ini, dikenalkan kontrol biomolekuler untuk kanker usus besar pada misal tinja pasien, yakni tes tumor M2-PK (M2 pyruvates kinase), yang disebut pemberi tanda (biomarker) metabolik tumor. Gen pemberi tanda itu ditemukan E. Eigenbrodt dari Jerman pada1992, lalu di kembangkan Schebo Biotech. Dalam kontrol diukur kesibukan metabolisme tumor usus besar pada stadium awal untuk mendeteksi polip atau adenoma yang tak berdarah. Kolonoskopi. Sedangkan untuk kanker yang terdapat lebih jauh didalam usus besar, Anda bisa melakukan kontrol kolonoskopi. Kontrol itu memakai teropok serat optik fleksibel yang dimasukkan lewat rektum ke dalam usus besar. Lewat teropong itu, bisa saja pengambilan potongan kecil dari jaringan tumbuh untuk pengujian. Prosedur itu bisa dikerjakan dengan bius minimum di klinik rawat jalan. Walau tak nyaman, prosedur berjalan kurang dari 30 menit. Bila Anda dikira berisiko tinggi menderita kanker kolon, baiknya pikirkan untuk melakukan kolonoskopi tiap-tiap tiga thn sekali. Sedang bila Anda mempunyai riwayat polip di kolon, kerjakan kolonoskopi serta penghapusan polip tiap-tiap th. sampai tiada polip baru tumbuh. Di sebagian negara, kolonoskopi direferensikan untuk mereka yang berumur 50-70, semacam skrining teratur tiap-tiap tiga th. sekali.

Featured Image
Bahaya Di Balik Berat Badan Berlebihan

31-05-2014 10:23

Kelebihan berat badan tak cuma mengganggu penampilan tapi juga membuat badan tak terjamin kesehatannya. Aneka penyakit akan dengan mudah datang dan bersarang. Tapi bukan berarti semua itu tak dapat diatasi. Dengan bantuan olahraga, diet, dan motivasi serta disiplin yang kuat, niscaya berat badan yang berlebih bisa diatasi. Secara mudah, kegemukan dapat diartikan sebagai adanya kelebihan lemak di bagian tubuh tertentu sehingga antara lain menyebabkan berat badan melebihi normal. Kelebihan lemak bisa dijumpai di lipatan perut, paha, pantat, lengan bagian atas, leher, dan sebagainya. Selain itu, jantung dan pembuluh darah juga sering diselimuti lemak. Dan kegemukan bukan saja menurunkan nilai penampilan serta daya tarik, tapi juga mendekatkan kita pada beragam penyakit yang menurunkan nilai kesehatan. Ini berbeda dengan penampilan tubuh atlet body building (binaraga). Walau mereka kelebihan berat badan, tapi tidak dapat dikatakan gemuk sebab yang berkembang adalah otot, bukan lemak tubuh. Baca juga : Membincang Perawatan Kesehatan Wanita  Untuk menilai berat badan tersebut antara lain dapat diketahui dengan menghitung indeks massa tubuh atau Body Mass Index (BMI). Yaitu perbandingan berat badan (kg) dengan  kuadrat tinggi badan (meter). Anda dengan berat 64 kg dan tinggi 1,5 m misalnya, nilai BMI-nya adalah 28,4. Nah, berdasar perhitungan tadi, Anda bisa dikategorikan bertubuh gemuk sebab BMI tubuh yang ideal adalah berkisar antara 20-25. Bila nilainya di atas 27, sudah dikategorikan gemuk. Angka BMI ini hampir sama pada pria maupun wanita. Begitulah, kegemukan mau tidak mau pasti akan menambah berat badan dan menimbulkan gangguan kesehatan. Antara lain gangguan pada sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab sebagian kandungan lemak itu terdapat di sepanjang pembuluh darah. Akibatnya, kerja jantung untuk memompa darah semakin berat. Di sisi lain, sebagian lainnya juga akan melapisi bagian luar jantung. Ini pun akan mempersulit kerja jantung. Adanya lemak di sepanjang pembuluh darah dapat pula menurunkan elastisitas pembuluh darah balik yang pada gilirannya akan mempermudah timbulnya varises, khususnya di betis. Kaki jadi mudah mengalami kelelahan karena beban kaki sebagai penyangga tubuh tambah berat akibat berat badan bertambah. Akibat lain, tulang dan sendi bisa mengalami gangguan. Ya, ibarat mobil sajalah. Bila terlalu sering kelebihan muatan akan mempercepat kerusakan. Orang yang menderita kegemukan juga cenderung rentan terhadap gangguan penyakit. Misalnya saja penyakit gula (diabetes). Orang yang mengalami kegemukan biasanya suka makan sehingga hormon insulin tidak mampu lagi mengolah gula. Akibatnya gula menumpuk. Ginjalnya pun akan cepat rusak. Baca juga : Jangan Sepelekan Influenza  Dari beragam risiko tersebut, jelas sulit untuk mengatakan, orang gemuk dapat sehat dalam jangka waktu panjang. Mungkin untuk sementara waktu mereka dapat sehat. Tapi 4-5 tahun kemudian berbagai gangguan kesehatan tadi akan muncul, meskipun yang bersangkutan berusaha agar tetap sehat. Karena kegemukan tidak sehat, maka sedini mungkin ia harus dihindari. Yaitu pada usia 18-20 tahun. Berat badan harus senantiasa terkontrol agar mencapai sekitar berat badan ideal. Setelah usia 20 tahun sudah mendapat berat badan ideal. Ini yang harus dipertahankan. Naik, boleh-boleh saja, tapi tak lebih dari 10 persen. Berat badan ideal (BBI) dapat dihitung dengan rumus: tinggi badan dikurangi 100. Kalau tingginya 160 cm, berat idealnya sekitar 60 kg. Kalaupun mau naik, ya, cukup 2-3 kg saja. Untuk mempertahankan berat ideal, olahraga adalah jawaban utamanya. Bagaimana upaya agar tetap sehat kendati menderita kegemukan? Ada dua hal yang harus diperhatikan. Antara lain melakukan aktivitas tubuh secara teratur. Sedapat mungkin harus selalu melakukan olahraga. Misalnya jalan kaki, naik tangga, lari, renang, senam, atau melakukan gerakan tubuh secara teratur dan seimbang.  

Featured Image
PAFI, Pusat Pengembangan Profesi Farmasi

07-08-2024 16:49

Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Pusat berperan sebagai pusat pengembangan profesi farmas. Dengan berbagai program dan kegiatan, PAFI berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para ahli farmasi di berbagai kota.  Berikut adalah peran dan kontribusi  pafi.id, dalam pengembangan profesi farmasi. Pelatihan dan Sertifikasi Salah satu fokus utama PAFI adalah menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi bagi anggotanya. Pelatihan ini mencakup berbagai aspek farmasi, seperti farmakologi, manajemen apotek, dan teknologi farmasi terbaru. Dengan mengikuti pelatihan ini, para ahli farmasi dapat meningkatkan kompetensi mereka dan mendapatkan sertifikasi yang diakui secara nasional. Sertifikasi ini penting untuk memastikan bahwa para ahli farmasi memiliki kualifikasi yang memadai untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Seminar dan Workshop PAFI  Pusat secara rutin mengadakan seminar dan workshop yang menghadirkan para ahli dan praktisi farmasi terkemuka. Seminar dan workshop ini memberikan kesempatan bagi anggota PAFI untuk mendapatkan pengetahuan terbaru tentang perkembangan di bidang farmasi, berbagi pengalaman, dan memperluas jaringan profesional mereka. Dengan mengikuti seminar dan workshop, para ahli farmasi dapat terus memperbarui pengetahuan mereka dan mengikuti perkembangan terbaru di bidang farmasi. Program Magang dan Pendampingan PAFI juga menyelenggarakan program magang dan pendampingan bagi para mahasiswa dan lulusan baru farmasi. Program ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman praktis di lapangan dan belajar langsung dari para profesional. Dengan mengikuti program magang dan pendampingan, para mahasiswa dan lulusan baru dapat mengembangkan keterampilan praktis mereka dan mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Penelitian dan Publikasi PAFI mendorong anggotanya untuk terlibat dalam kegiatan penelitian dan publikasi ilmiah. Penelitian ini mencakup berbagai topik, seperti pengembangan obat baru, manajemen penyakit, dan teknologi farmasi. Dengan melakukan penelitian, para ahli farmasi dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang farmasi. PAFI juga mendukung publikasi hasil penelitian ini di jurnal-jurnal ilmiah terkemuka, sehingga dapat diakses oleh para praktisi dan peneliti di seluruh dunia. Kolaborasi dengan Institusi Pendidikan PAFI menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan di bidang farmasi. Kerja sama ini meliputi penyelenggaraan program pendidikan, pengembangan kurikulum, dan penelitian bersama. Dengan menjalin kerja sama dengan institusi pendidikan, PAFI berupaya meningkatkan kualitas pendidikan farmasi di daerah ini dan memastikan bahwa para lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Peningkatan Profesionalisme PAFI juga berkomitmen untuk meningkatkan profesionalisme anggotanya. Mereka menyelenggarakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan etika dan standar profesional di bidang farmasi. Dengan mengikuti kegiatan ini, para ahli farmasi dapat mengembangkan sikap profesional yang diperlukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Kesimpulan PAFI Pusat memainkan peran penting sebagai pusat pengembangan profesi. Melalui pelatihan dan sertifikasi, seminar dan workshop, program magang dan pendampingan, penelitian dan publikasi, kolaborasi dengan institusi pendidikan, dan peningkatan profesionalisme,  pafi.id   berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme para ahli farmasi. Dengan terus berinovasi dan melibatkan berbagai pihak, PAFI akan terus berkontribusi dalam pengembangan profesi farmasi dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

...