Waktu Posting : 23-10-2014 03:23 | Dibaca : 2139x
08-08-2019 13:33
Beras organik adalah salah satu jenis beras yang pada dibudidayakan pada tempat yang memiliki tanah yang baik. Selain itu juga, beras organik ini dirawat tanpa menggunakan pestisida sama sekali atau bahan kimia lainnya sehingga kualitas dari beras organik ini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan beras pada umumnya. Di samping itu, beras organik steril dan aman untuk dikonsumsi sehingga tidak mengherankan bila banyak orang yang mulai melirik jenis beras organik ini sebagai bahan makanan sehari-hari. Di Indonesia sendiri, beras dikenal sebagai salah satu sumber karbohidrat utama yang ada dalam menu makanan sehat. Dan selain itu juga beras merupakan makanan yang selalu disajikan oleh masyarakat Indonesia sebagai bagian dari makanan sehari-hari. Namun sayangnya dengan kepopuleran beras di kalangan masyarakat Indonesia membuat orang yang tidak baik memproduksi beras yang tidak layak untuk dikonsumsi seperti beras plastik dan lain sebagainya. Akan tetapi dari banyaknya jenis beras yang beredar di pasaran, beras organik kini menjadi primadona bagi masyarakat yang mengedepankan kesehatan makanan yang dikonsumsinya setiap hari. Salah satu pangan yang saat ini marak digalakkan adalah beras organik. Di dalam beras organik terdapat kandungan nutrisi serta mineral tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan protein yang mudah terurai sehingga aman dan sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes dan bahkan baik bagi yang sedang menjalankan program diet, mencegah penyakit kanker, jantung, asam urat, darah tinggi dan vertigo.Dan selain itu juga beras organik juga dapat memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh seperti : Meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit Menurunkan kadar gula darah (sangat baik bagi penderita diabetes) Memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis dan sirosis) Mencegah gangguan fungsi ginjal Memperlambat penuaan (anti-aging) Mencegah anemia Mencegah kanker Antioksidan Menurunkan tekanan darah (bagi penderita tekanan darah rendah sebaiknya beras hitam ini dicampur dengan beras merah, perbandingan 1:1) Membersihkan kolesterol dalam darah Lebih sehat bukan mengkonsumsi beras organik bila dibandingkan dengan beras non organik? Keunggulan dari beras organik lainnya yaitu karena di dalamnya terdapat kandungan nutrisi serta mineral tinggi, kandungan glukosa, karbohidrat dan protein yang mudah terurai sehingga aman dan sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes dan bahkan baik bagi yang sedang menjalankan program diet, mencegah penyakit kanker, jantung, asam urat, darah tinggi dan vertigo. Salah satu distributor beras di Cirebon menyediakan beras organik RHT yaitu beras organik yang diproduksi secara hygienis oleh GAPOKTAN, daerah istimewa Yogyakarta. Beras organik RHT adalah beras Sleman karena dibudidayakan di lahan sekitar lereng gunung Merapi yangg merupakan wilayah kabupaten Sleman, daerah istimewa Yogyakarta dengan air yang jernih dan mengandung humus vulkanik. Nah, Bila anda berminat untuk membeli beras organik dan kebetulan berada di kota Cirebon, silahkan anda mengunjungi kantor pemasaran beras di Cirebon yang juga menyediakan beras organik di Cirebon pada alamat di bawah ini : Kantor Pemasaran Jalan Saputra No.55 Tuparev - Cirebon Telp : 0231 211286 / 081 286 463 060
15-10-2018 04:02
Kanker adalah penyakit yang sangat mematikan karena sulit disembuhkan. Terlebih saat kanker tersebut sudah pada stadium akhir atau stadium 4 yang membuat penderitanya kehilangan semangat hidup. Ada banyak faktor penyebab kanker seperti pola makan tidak sehat, berat badan berlebih (obesitas), kurang nutrisi, terlalu sering merokok, konsumsi minuman beralkohol hingga kurangnya aktivitas fisik. Banyak sekali jenis kanker yang dapat menyerang tubuh. Namun ada beberapa jenis kanker yang rentan diderita oleh kaum wanita. Berikut jenis kanker yang rentan diderita wanita : 1. Kanker serviks Knaker serviks atau kanker leher rahim rentan menyerang negara berkembang seperti Indonesia. Namun kanker ini juga mengancam para wanita di dunia. Menurut data World Health Organization (WHO), kanker serviks merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak menyerang wnaita di Indonesia dan menjadi peringkat keempat di dunia. Menurut data, sebanyak 10,3% wnaita di Indonesia meninggal akibat terserang kanker serviks. 2. Kanker paru-paru Di tahun 2014, kasus kanker paru-paru terjadisebanyak 9,3% dan sebanyak 9,1% penderitanya meninggal dunia. Kanker paru-paru ini terjadi akibat sel-sel jaringan paru-paru tumbuh di luar dan membentuk tumor yang menyebabkan tubuh tidak berfungsi dengan baik sehingga kualitas hidup menurun drastis. 3. Kanker payudara Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak menyerang wanita di Indonesia. Kanker payudara ini akibat munculnya sel-sel kanker di jaringan payudara yang meliputi kelenjar susu, lemak, saluran payudara dan jaringan ikat. Penyebab kanker payudara yaitu kelainan genetik, hormon dan gaya hidup yang buruk. Dari 49,9% kasus kanker payudara di tahun 2014, angka kematiannya mencapai 21,4%. 4. Kanker usus besar Di tahun 2014, sebanyak 11,7% kasus baru kanker usus besar muncul. Penyebab kanker ini diantaranya riwayat kesehatan keluarga memiliki polip di rektum atau usus besar dan memiliki radang usus. Risiko kanker usus besar akan semakin meningkat saat wanita memiliki berat badan berlebih akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan mengandung lemak yang tinggi terutama lemak hewani. 5. Kanker ovarium Di tahun 2014 kasus kanker ovarium meningkat sebanyak 10,23%. Biasanya jenis kanker ini menyerang wanita berusia diatas 55 tahun. Namunkanker ini juga tak menutup kemungkinan dapat menyerang remaja dan anak-anak. Gejala kanker ovarium antara lain perut kembung, berat badan turun drastis, siklus haid tidak teratur dan panggul terasa tidak nyaman.
25-06-2018 12:56
Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki banyak tumbuhan. Bahkan tanaman Indonesia sering digunakan untuk jamu bagi produk Jepang. Penggunaan tanaman milik Negara lain untuk dijadikan produk tentu saja harus memiliki izin karena menjadi hak milik Indonesia. Indonesia sendiri juga tidak berbeda dengan Jepang yang memakai tanaman untuk obat herbal. Indonesia juga memakainya untuk obat herbal. Obat herbal sendiri adalah obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan atau bisa juga berasal dari berbagai macam campuran ekstrak tumbuhan. Mulai dari akar, buah, biji batang bahkan bunga. Obat herbal dibagi menjadi dua jenis. Jenis yang pertama adalah jenis obat herbal tradisional, obat herbal tradisional merupakan jenis obat herbal yang sudah terkenal sejak turun temurun, misalnya jamu. Sementara itu jenis yang kedua adalah obat herbal non-tradisional, obat herbal jenis ini adalah jenis yang belum pernah dikenal sebagai obat herbal turun temurun, namun memiliki potensi untuk menyembuhkan atau mengobati atau memiliki manfaat bagi tubuh. Hal misalnya ditemukan paa daun kelor. Saat ini juga sudah banyak bermunculan obat herbal yang dijual bebas dikarenakan semakin banyak orang juga yang memakainya sebagai alternatif dari obat biasa. Beberapa manfaat lain yang bisa didapat dari obat herbal adalah: Mengurangi resiko efek samping Seperti yang sudah diketahui banyak orang. Obat biasa meski dibuat dari tanaman juga akan tetapi mengandung bahan kimia, sehingga berpotensi menyebabkan berbagai efek samping. Sementara itu, obat herbal lebih minim resiko terkena efek sampingnya sehingga lebih banyak orang yang memilih obat herbal. Lebih hemat biaya Manfaat lainnya adalah karena harganya cenderung lebih murah dibandingkan dengan obat tradisional, maka otomatis jumlah pengeluaran oleh pasien juga lebih sedikit dibandingkan saat membeli obat tradisional. Tidak perlu menggunakan resep Obat herbal cenderung memiliki dosis ringan dan biasanya dipakai pada masa penyembuhan. Oleh karena itu pembeliannya tidak perlu menggunakan resep dari dokter, meskipun ada juga dokter herbal seperti yang ada di Korea Selatan. Itu tadi beberapa manfaat pemakaian obat herbal. Semoga bermanfaat bagi kita semua.