Waktu Posting : 19-08-2014 15:55 | Dibaca : 3162x
16-06-2014 00:33
Supaya kita bisa bergerak serta melakukan aktivitas keseharian, tubuh perlu daya. Sumber daya datang dari karbohidrat, yang bakal dipecah jadi glukosa. Karbohidrat bakal terbakar jadi daya bila kita bergerak, atau disimpan di jaringan otot serta lemak bila kita minim gerak. Reaksi melepas glukosa dalam darah ini ditetapkan oleh indeks glikemik (IG). Indeks glikemik ialah tingkatan pangan dalam dampaknya menambah gula darah. Makin tinggi IG satu makanan, makin cepat makanan dirubah jadi glukosa. Dalam keadaan normal, tubuh mempunyai mekanisme untuk melindungi kandungan gula darah dalam situasi stabil. Namun beberapa orang spesifik, seperti pasien diabetes, tak bisa melakukan hal semacam itu. Karenanya, indeks glikemik satu makanan benar-benar butuh dicermati. Pastinya kita disarankan untuk menentukan makanan rendah IG yang sifatnya lambat menambah gula darah. Indeks glikemik memanglah bukan hanya hanya satu patokan untuk menentukan makanan sehat. Waktu mengatur diet rendah IG, Anda butuh tahu makanan mana yang paling baik untuk kesehatan. Enam hal tersebut tak bisa Anda lupakan : Baca juga : Hati-hati Mengkonsumsi Minuman Bernergi Jauhi karbohidrat Makanan yang memiliki kandungan 100 % protein (daging, ikan, telur), serta yang memiliki kandungan 100% lemak (minyak, mentega), tak memiliki kandungan karbohidrat. Karenanya makanan itu tak berefek menambah gula darah, atau mungkin dengan kata lain, rendah IG. Jauhi zat tepung Ini zat yang paling gampang dirubah jadi glukosa didalam tubuh. Zat tepung dalam situasi mentah, susah dipecah oleh tubuh. Tetapi bila partikel-partikel dalam zat itu sudah di proses, misalnya tepung terigu, tubuh dengan gampang memecahnya serta merubah zat itu jadi glukosa. Serat diperbanyak Pemecahan zat-zat makanan di dalam tubuh dapat diperlambat dengan serat. Karenanya, indeks glikemik rendah dimiliki oleh makanan dengan serat yang tinggi. Bedakan tipe gula Ada empat tipe gula : glukosa, fruktosa, laktosa, serta sukrosa. Makanan dengan kandungan glukosa tinggi, umpamanya minuman ringan, bakal segera menambah kandungan gula dalam darah. Sedangkan fruktosa (gula pada buah) serta laktosa (umumnya pada olahan susu) tak menambah kandungan gula dalam darah. Karenanya, beberapa jenis makanan itu mempunyai IG rendah. Adapun sukrosa mempunyai IG cukup. Baca juga : Tubuh Bugar Berkat Posisi Tidur Seimbang Konsumsi lemak Komponen ini bakal memperlambat pengosongan lambung. Makin lama lambung dikosongkan, makin lama juga makanan diolah. Dengan cara automatis produksi glukosa diperlambat. Cermati derajat keasaman makanan Keasaman satu makanan memengaruhi kecepatan pencernaannya didalam tubuh. Maka pemecahan makanan jadi glukosa lebih lambat. Jeruk merupakan contoh makanan yang memiliki derajat keasaman tinggi. Glycemic Load Kita juga butuh mengkalkulasi Glycemic Load (GL) selain IG makanan. Sistem penilaian peringkat untuk porsi makanan dan jumlah karbohidrat dalam makanan menurut ukuran IG disebut GL. Untuk memperlihatkan dampak makanan dalam satu porsi, sehari, atau berhari-hari diperlukan GL. Langkah mengkalkulasi GL gampang saja, yakni : IG x kandungan karbohidrat dalam 1 porsi makanan (g)/100. Akhirnya menunjukkan efek satu porsi makanan pada kandungan gula dalam darah. Misalnya, nasi merah mempunyai IG 88 sedang IG gula putih 64. Bila cuma memperhatikan angka itu, lebih baik gula dari pada nasi merah. Walau sebenarnya bukan hanya seperti itu. Di sinilah GL butuh dicermati. Kita mesti 'menghitung' dahulu jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh. Kita umumnya makan nasi satu piring, namun gula mustahil dimakan dalam jumlah satu piring, bukan?
09-02-2021 14:01
Sering tidur tanpa menggunakan bantal? Hati-hati ya, karena secara medis ada sejumlah bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal. Tidur tanpa bantal bisa mengancam kesehatan. Karena tidur dengan menggunakan bantal merupakan cara beristirahat yang ideal serta disarankan oleh para medis. Hal tersebut dikatakan oleh Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan dan Bedah Kepala Leher, dr.Arina Ikasari Muhtadi Sp. THT-KI yang dikutip dari laman kompas.com. Lebih lanjut lagi menurutnya bahwa menggunakan bantal ketika tidur merupakan suatu keharusan karena bantal bisa memberikan efek yang positif pada tubuh manusia ketika terlelap. Tidur tanpa menggunakan bantal bisa menyebabkan bahaya terutama pada seseorang dengan kondisi tertentu.  Beberapa bahaya bila tidur tanpa menggunakan bantal di antaranya adalah : Sakit leher dan punggung Dilansir darilaman Medical News Today bahwa beberapa orang yang tidur tanpa menggunakan bantal dengan posisi telentang maupun menyamping bisa menyebabkan sakit leher dan punggung. hal tersbeut karena ada tekanan pada leher bila tidur tanpa bantal. Selain itu juga bisa mengganggu kualitas tidur dan memicu sakit tidak hanya pada leher tetapi juga pada punggung. Risiko terkena penyakit refluks Bantal mempunyai berbagai fungsi serta manfaat bagi tubuh dan kesehatan tubuh. Dan salah satu fungsi yang terpenting dari bantal yaitu bisa membantu meninggikan kepala ketika tidur dengan posisi minimal 30 derajat atau seukuran satu bantal. Dr Arina menyebutkan bila orang-orang yang memiliki kebiasaan tidur tanpa bantal jauh lebih berisiko terkena penyakit refluks atau penyakit asam lambung. Ini karena posisi kepala sejajar atau tidak lebih tinggi dari bagian badan ketika tidur. Berbahaya bagi penderita sakit jantung Bantal dianjurkan bagi orang-orang yang menderita sakit jantung atau yang pernah mengalaminya. Dan bahkan sebaiknya orang-orang yang pernah memiliki riwayat jantung sebaiknya menggunakan dua bantal agar jantung lebih mudah bekerja. Oleh karena itu tidur tanpa bantal bisa berbahaya pada kesehatan para penderita penyakit jantung karena membuat jantung bekerja ekstra.  Itulah beberapa bahaya yang bisa terjadi bila tidur tanpa menggunakan bantal sehingga sebaiknya bila anda tidur menggunakan bantal.Â
11-06-2014 20:44
Kebotakan, untuk sebagian orang adalah hal yang dipicu oleh ada unsur keturunan serta sulit dihindari. Untuk orang yang telah terlanjur kehilangan banyak helai rambut, satu diantara jalan untuk mempunyai rambut kembali ialah dengan transplan rambut. Tetapi, untuk mereka yang tahu serta sadar bakal ada kemungkinan alami kerontokan rambut, di bawah ini sebagian panduan memperlambat juga menghentikan proses kebotakan. 1. Gunakan Minoxidil Dapatkan kandungan obat Minoxidil dalam beragam bentuk salep atau tonik yang ada di toko/apotik. Minoxidil sendiri telah di setujui FDA serta tak butuh ditebus dengan resep. Minoxidil berperan untuk merangsang perkembangan rambut walaupun tak dapat menyelamatkan rambut yang mulai gugur. Minoxidil umumnya terdapat didalam wujud cair atau sabun berbusa, serta terdaftar dalam dua kandungan, yakni 2% serta 5%. Tingkat keefektifan Minoxidil paling optimal pada pria berumur dibawah 40 thn yang barusan mulai alami kerontokan rambut. Pakai sejumlah 2 x satu hari waktu rambut dalam kondisi kering, berikan pada kulit kepala dimana rambut mulai menipis. Pergantian bisa terlihat dalam kurun saat 4 bln. Baca juga : Inilah Masalah Kesehatan yang Rentan Menyerang Pria Akibat buruk yang bisa timbul diantaranya ada kemerahan, gatal, kering, ketombe, sampai iritasi lain. Baiknya pakai yang mempunyai kandungan 5%. 2. Gunakan Finasteride Finasteride bekerja lewat cara menghentikan produksi hormon yang disebut akar dari kebotakan pria, yakni hormon dihydrotestosterone atau DHT. Finasteride sendiri adalah tipe penyembuhan yang paling efisien lantaran bisa memperlambat kerontokan sampai sejumlah 90% serta juga mampu menumbuhkan kembali rambut. Finasteride muncul dalam wujud pil yang harus dikonsumsi sekali dalam satu hari serta juga tak mengobati kerontokan rambut hingga membuat ketergantungan untuk tak berhenti mengonsumsinya. Akibat buruk dari Finasteride ialah ada kemungkinan menderita disfungsi ereksi. Baca juga : Kebiasaan Tak Sehat di Kantor yang Harus Anda Tinggalkan 3. Konsumsi Biotin Biotin adalah vitamin B yang perlu untuk kesehatan, paling banyak didapat dari diet kuning telur, ragi, hati, serta makanan lain. Biotin yang terlampau sedikit bisa menyebabkan kerontokan rambut. Walau begitu, konsumsi banyak Biotin juga tak memastikan ada rambut yang tumbuh kembali. Bila rambut kerap gugur tidak ada unsur keturunan atau karena yang pasti, secepatnya bawa keadaan ini untuk kontrol ke dokter. Mungkin saja hal semacam ini adalah tanda-tanda awal satu penyakit, pengaruh lain dari obat-obatan, ataupun disebabkan dari diet. Namun, bila Anda merasa khawatir dengan efek samping yang ditimbulkan oleh pemakaian obat-obatan tersebut di atas, ada baiknya Anda mengkonsumsi obat herbal seperti halnya jus herbal dari Ultra Mangosteen, Ultra Noni maupun DragonNoni.